Pages

Minggu, 31 Mei 2015

KEAJAIBAN HORMON PART 10 (Karya Harun Yahya)

KURIR AJAIB:
NITRIT OKSIDA


Apakah kesamaan antara pencemaran udara, hadiah Nobel, dan sebuah hormon? Jawabannya adalah “nitrit oksida”. Dalam buku teks kimia, nitrit oksida diartikan sebagai gas beracun tak berwarna yang terjadi dari pembakaran nitrogen. Gas ini sebuah molekul “sederhana” berumus kimia “NO” (suatu molekul yang terbentuk dari satu atom nitrogen dan satu atom oksigen). Nitrogen dan oksigen merupakan unsur yang banyak dikenal. Satu hal yang pertama kita pelajari di sekolah menengah adalah bahwa udara yang kita hirup mengandung 78% nitrogen dan 21% oksigen.

Ketika mengatakan bahwa nitrit oksida itu “sederhana”, kita hanya membicarakan kesederhanaan susunan kimianya. Dalam kaitan dengan betapa pentingnya NO bagi kehidupan manusia, penelitian yang giat dalam 20 tahun terakhir menunjukkan bahwa molekul ini menjalankan fungsi dasar di dalam komunikasi antar sel. Hasil kerja ilmiah di bidang ini mengungkapkan bahwa nitrit oksida adalah sebuah hormon yang dihasilkan secara alamiah di dalam tubuh manusia. NO adalah kurir kimia yang berperan strategis dalam pengaturan fungsi-fungsi vital pada sistem syaraf, sistem peredaran, sistem kekebalan, sistem pernapasan, dan sistem reproduksi.

Nitrit oksida yang beracun adalah suatu gas yang menyebabkan pencemaran udara dan hujan asam, menghancurkan lapisan ozon dan lingkungan hidup. Gas ini dihasilkan dari pembakaran nitrogen dan ditemukan dalam jumlah besar pada asap kendaraan. Hingga baru-baru ini, hanya segi inilah yang diketahui. Selain dari ancaman terhadap kesehatan manusia, NO dipercayai tak berfungsi apa-apa. Bahkan temuan dari penelitian yang mengatakan bahwa NO itu sebuah hormon tak diterima di kalangan ilmiah. Secara umum, tanggapan awal atas penemuan ini adalah ketakpercayaan.

Namun, di dalam waktu singkat, hasil penelitian menimbulkan minat besar masyarakat ilmiah; sebagai bukti, sebuah majalah ilmiah terkemuka, Science, terbitan Desember 1992, menyebut nitrit oksida sebagai “molekul tahun ini”.74 Dengan bertambahnya penelitian ilmiah di bidang ini, nitrit oksida mendapatkan banyak pengakuan; molekul ini terkenal sebagai “gas ajaib”, “molekul menakjubkan” dan “kurir rahasia”.

Robert Furchgott, Louis Ignarro, dan Ferid Murad, yang mengungkapkan peran nitrit oksida dalam proses komunikasi seluler, menerima Hadiah Nobel bidang kedokteran tahun 1998. Dalam siaran persnya, Nobel Foundation mengatakan bahwa hadiah itu dianugerahkan kepada ketiga profesor ini atas penemuan yang berhubungan dengan molekul kurir NO, dan bahwa penemuan ini telah menyebabkan ledakan kegiatan penelitian di berbagai laboratorium di seluruh dunia.75 Penelitian khusus di bidang komunikasi seluler menghasilkan sejumlah penghargaan lain kepada para peneliti yang sama dari yayasan Nobel.

Kenyataannya, dalam 10 tahun terakhir, telah terjadi ledakan jumlah penelitian yang dilakukan pada NO; yayasan-yayasan atas nama Nitrit Oksida; majalah telah diterbitkan; menurut catatan Nitric Oxide Society (Masyarakat Nitrit Oksida), ada lebih dari 32 ribu tulisan ilmiah yang membahas molekul menakjubkan ini.76

Dr. Salvador Monsada, yang terkenal dengan penelitiannya tentang nitrit oksida, mengatakan bahwa NO telah mengubah cara berpikir yang diterima secara umum tentang interaksi dari sel ke sel, dan bahwa NO telah mengubah sejumlah pendapat tentang hal ini.77 Dr. John Cooke dari Stanford University telah menggolongkan penelitian ini sebagai “suatu penemuan hebat” yang akan “berakibat dahsyat di bidang pengobatan Amerika — di bidang pengobatan di seluruh dunia” .78

Tentunya, hal mendasarnya adalah bagaimana perkembangan ini telah menyudutkan evolusionis. Sebagaimana pada setiap kemajuan ilmiah, penemuan baru tentang nitrit oksida telah menciptakan mimpi buruk bagi evolusionis karena tak mungkin operasi-operasi menakjubkan di dalam tubuh manusia yang disebabkan oleh molekul berukuran sepersemilyar meter dapat dijelaskan menurut ketaksengajaan. Nitrit oksida adalah salah satu dari tak terhingga tanda ciptaan Allah yang sempurna.

Kalangan evolusionis terus bertahan menolak keberadaan Allah dan membutakan diri dari setiap bukti penciptaan yang menakjubkan dari atom hingga galaksi. Sikap media cetak mereka terhadap NO adalah bahwa artikel-artikel ini, yang mengaku ditulis secara ilmiah, memuji nitrit oksida habis-habisan dan menyodorkannya bak pahlawan atau manusia super. Karena menyangkal Sang Pencipta nitrit oksida, kaum evolusionis hampi-hampir menuhankan molekul ini dan berbicara seolah-olah NO telah menjalankan tugasnya atas kehendak dan kecerdasannya sendiri.

Evolusionis terjatuh ke dalam perangkapnya sendiri karena cara pandang yang tertekuk ini tak berbeda dengan menuhankan lebah karena memberi madu, pohon karena memberi buah, atau matahari karena memberi sinar kepada dunia. Cara berpikir yang sama akan membawa manusia memuji sebuah lukisan indah tanpa menyinggung atau memuji pelukisnya. Setiap orang harus memilih satu dari dua jalan: apakah akan mempercayai Allah sebagaimana dikatakan dalam Al Qur’an “(Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Tuhan kamu; tidak ada Tuhan selain Dia; Pencipta segala sesuatu,…” (QS Al-Anam, 6:102), atau menuhankan atom, molekul, sel, dan tak terhitung benda hidup dan mati lainnya.

Molekul kurir nitrit oksida hanya satu dari tak terhitung anugerah yang telah diciptakan dan diberikan kepada kita oleh Allah Yang Maha Kuasa Yang berkasih abadi. Pada abad saat kita hidup, inilah salah satu dari banyak keajaiban penciptaan yang ditemukan di alam renik. Sepanjang ruas ini, Anda akan membaca tentang kehebatan penciptaan di dalam molekul yang menjalankan tugas-tugasnya demi kita pada 100 trilyun sel di dalam tubuh kita.

Rancangan pada Pembuluh Darah
Mari kita mulai penyelidikan kita tentang nitrit oksida di tempat pertama ditemukan — pembuluh darah. Pembuluh darah, bersama dengan jantung dan darah, membentuk sistem peredaran. Pembuluh darah bagaikan sebuah sistem jalan raya yang sangat besar yang menuju ke setiap bagian tubuh kita. Panjang keseluruhannya lebih dari 100 ribu kilometer. Perhitungan sederhana membantu kita lebih memahami betapa pentingnya angka itu: jika semua pembuluh arteri, vena, dan kapiler di dalam tubuh manusia ditempatkan dari ujung ke ujung, hasilnya dapat mengelilingi bumi hampir dua setengah kali.79

Dan sistem pembuluh darah dalam tubuh kita lebih rumit daripada sistem jalan raya di negara maju seperti Amerika. Jalan-jalan raya dibangun dengan lebar tertentu, dan sesuai dengan kepadatan lalu lintas pada waktu yang berbeda, jumlah jalur tidak bertambah atau berkurang. Namun, garis tengah sisi dalam pembuluh darah kita tidak tentu; pembuluh menyempit dan melebar sesuai dengan kegiatan kita sehingga berperan penting mengatur tekanan darah. Maka, berkat sistem yang menakjubkan inilah perubahan yang dibutuhkan di berbagai bagian tubuh kita otomatis dipenuhi. Karena sistem tanpa cela inilah pembuluh darah melebar untuk menanggapi peningkatan kebutuhan darah dan menyempit setelah kita terluka untuk mengurangi perdarahan.

Bagaimanakah pembuluh darah mengetahui kapan harus melebar dan kapan menyempit? Jawaban pertanyaan ini sangat penting bagi kehidupan manusia. Jelaslah bahwa sedikit saja kesalahan terjadi pada titik mana pun pada jaringan dengan panjang 100 ribu kilometer ini akan tak terhindarkan berakibat buruk.

Sampai 10 tahun yang lalu, para ilmuwan menduga bahwa sejumlah proses yang amat rumit terjadi di dalam pembuluh darah, namun tak dapat menjawab pertanyaan di atas. Penelitian mengungkapkan adanya sebuah kurir kimia — molekul nitrit oksida. Molekul inilah yangmemberikan perintah kepada pembuluh darah agar melebar.

Kini, mari amati lebih dekat pabrik menakjubkan di dalam pembuluh darah kita yang menghasilkan nitrit oksida.

Dengan mikroskop elektron, pembuluh darah kelihatan jauh lebih besar daripada aslinya. Misalnya, 10 pembuluh kapiler dijajarkan, ukurannya hanya sebesar rambut manusia. Dinding sisi dalam pembuluh darah yang sangat kecil ini disekat dengan suatu jaringan yang terbuat dari sel-sel otot halus; pelebaran dan penyempitan pembuluh darah terjadi akibat gerak jaringan ini. Sel-sel otot tak melakukan kontak langsung dengan darah karena sebuah lapisan membran memisahkan sel-sel darah dan otot — endotelium.

Dengan menjajarkannya seperti untaian rantai, sel-sel endotelium membentuk lapisan endotelial. Hingga tahun 1980-an, sel-sel ini diyakini tak berfungsi yang layak diperhatikan selain memperantarai aliran darah di dalam pembuluh. Kini, kita mengetahui bahwa salah satu tanggungjawab sel-sel endotelium adalah pembentukan kurir nitrit oksida.

Sel-sel endotelium adalah pabrik yang menghasilkan molekul nitrit oksida. Pabrik-pabrik ini ada di dalam pembuluh darah yang hanya berukuran sepersejuta meter. Keluaran kimia pabrik renik ini, yakni, molekul kurir nitrit oksida, juga hanya berukuran sepersejuta meter. Untuk membantu kita membayangkan ukuran ini, pembesaran dibutuhkan untuk melihat dengan mata telanjang sebuah molekul NO agar seukuran sebutir anggur, akan memperbesar sebutir bola tenis menjadi sebesar bumi.80


Kisah Hidup Singkat Kurir NO
Setiap molekul nitrit oksida bertahan sekitar 10 detik. Molekul ini dirancang untuk menyampaikan pesan dalam waktu singkat kepada penerima-penerima tertentu dan sempurna melakukannya tanpa gagal. Molekul kurir NO yang dihasilkan sel endotelium disebarkan dengan kecepatan tinggi ke segenap penjuru. Yang diarahkan ke sel-sel otot halus memasuki membran sel-sel ini. Membran sel otot halus bekerja sebagai penyaring yang mengizinkan masuk NO yang dikenalinya. Tanpa membuang waktu, molekul NO yang memasuki sel otot halus menemui enzim khusus bernama GC dan menyampaikan pesan yang sangat penting. Akibatnya, serangkaian reaksi kimia rumit berlangsung di dalam sel.

Apa yang kita sebut sebagai kurir adalah sebuah molekul berukuran sepersemilyar meter, yang hanya mengandung dua atom. Molekul renik ini bekerja sebagai pengantar surat menemui enzim GC yang menjadi penerima pesan yang diantarnya. Ada ribuan enzim berbeda yang melakukan aneka fungsi di dalam sel. Sekalipun demikian, pesan ini diantarkan setiap saat ke alamat yang benar, yaitu ke enzim yang tepat. Selain itu, molekul kurir bermasa hidup singkat, namun tidak pernah membuat kesalahan menentukan waktu. Molekul yang membawa pesan ini tak mempunyai kompas atau alat sejenis lainnya sebagai penunjuk arah, namun tak pernah tersesat.

Kecepatan molekul nitrit oksida menjalankan fungsinya dapat dibandingkan dengan komunikasi mutakhir lewat surat elektronik (e-mail). NO bekerja seperti halnya sistem portal elektronik, yang mengirimkan pesan dengan kecepatan tinggi ke tujuannya.

Ketika menerima pesan yang dibawa oleh NO, enzim GC di dalam sel otot halus memulai kegiatannya. Tugas enzim pekerja ini adalah mengubah GTP, molekul pembawa tenaga, menjadi cGMP. Berbagai reaksi yang terjadi di antara tahap-tahap ini masih belum diketahui.

Dengan istilah yang paling sederhana, di akhir kegiatan enzim, kadar kalsium di dalam sel otot menurun, menyebabkan perenggangan serat-serat dan mengendurkan sel-sel otot. Akibatnya, pembuluh melebar. Pendeknya, pesan yang dibawa oleh molekul nitrit oksida sangat penting dalam mengubah tekanan di dalam pembuluh, dan yang dijelaskan di sini hanya satu dari jutaan proses komunikasi rumit yang berlangsung setiap saat di dalam tunuh Anda.

Bagaimanakah molekul NO yang tak berkecerdasan atau berkesadaran mengetahui sistem sempurna yang bahkan belum dapat dimengerti oleh profesor tingkat dunia? Dan bagaimanakah molekul ini mengetahui sampai ke detik terakhir kapan harus memulai kegiatannya dan kapan mengakhirinya? Bagaimanakah mungkin segera setelah dihasilkan, seolah telah menerima perintah dari tempat lain, molekul NO dapat mengantarkan pesan dengan kecepatan tinggi ke alamat yang benar, tepat waktu, dan tanpa kegagalan?

NO tak bisa sendirian menjalankan operasi menakjubkan ini. Molekul ini, seperti halnya molekul-molekul lain di alam, adalah hasil penciptaan tanpa cela dan ini menunjukkan kekuatan dan pengetahuan Allah yang tak terbatas.


Pabrik Nitrit Oksida: Sel Endotelium
Asam amino yang dikenal sebagai Argentina-L, sintesis nitrit oksida, nikotinamida adenin dinucleotida fosfat, kalmodulin, oksigen, flavin mononukletida, flavin-adenin-dinukleotida, tetrahidrobiopterin.

Sel-sel endotelium sangat mengenal dan menggunakan zat-zat renik ini untuk menghasilkan molekul-molekul nitrit oksida.

Menggunakan teknologi canggih mutakhir, pabrik-pabrik yang menghasilkan zat-zat kimia bertrilyun-trilyun kali lebih besar daripada sel-sel endotelium. Meski demikian, teknologi pabrik renik yang kita namai endotelium ini jauh lebih maju daripada industri-industri raksasa yang kita kenal. Sel endotelium, yang proses rumitnya baru dimengerti dalam 10 tahun terakhir abad ke-20, meraih semua ini tanpa kesulitan.

Sel-sel endotelium mengetahui zat-zat kimia mana yang harus digunakan dan dengan perbandingan berapa untuk menghasilkan molekul NO. Tiada kesalahan produksi. Misalnya, N2O (gas tawa) tak dihasilkan sebagai ganti NO. Produksi di dalam sel endotelium tak pernah bergantung kepada kebetulan; keseimbangan di dalam produksinya sangat teliti. Kini, ingatlah bahwa jika sel endotelium menghasilkan lebih sedikit kurir daripada yang dibutuhkan, pembuluh darah kita akan menyempit, dan tekanan darah akan naik cepat, menyebabkan serangan jantung. Jika terlalu banyak, pembuluh darah kita akan terlalu melebar, tekanan darah akan turun tajam, dan kita akan terkena syok (pingsan). Namun, sel-sel endotelium tak pernah membuat kesalahan yang bisa menyebabkan kematian seperti itu.

Sel-sel ini siap menghasilkan NO setiap saat sepanjang hidup kita; saat kebutuhan meningkat, produksi segera berlangsung. Pabrik renik ini bekerja dengan sangat efisien; pabrik ini tak menyimpan molekul NO yang dihasilkannya, sehingga tidak ada masalah yang berkaitan dengan penyimpanan.

Pabrik yang luar biasa jauh di kedalaman pembuluh darah kita ini tak memberikan hasil sampingan yang tak diinginkan. Jika mengingat pemanasan bumi, hujan asam, pencemaran lingkungan, dan berbagai masalah lain yang dihadapi dunia saat ini yang disebabkan oleh sampah kimia, kita dapat lebih memahami betapa efisien sel endotelium. Molekul nitrit oksida menjalankan tugasnya hanya dalam 10 detik dan lalu terurai sehingga tak ada pengaruh sampingan berbahaya akibat timbunannya di dalam tubuh. Semua ini berarti bahwa sel-sel endotelium menggunakan cara ideal dalam produksi bahan-bahan kimia.

Sebuah pabrik industri adalah karya para insinyur dan buruh. Sistem di pabrik ini menunjukkan teknologi yang sangat canggih dari perancangnya. Pabrik endotelium adalah karya Pencipta yang unggul; pabrik renik ini bersama dengan 100 trilyun sel lainnya di dalam tubuh kita, jelas menunjukkan pengetahuan abadi Allah.


Kurir di dalam Sperma
Fungsi sangat penting lainnya yang dijalankan oleh molekul ini demi kita terjadi di dalam masa-masa awal kehidupan kita. Pertama, kita harus memerhatikan bahwa saat mengatakan “masa awal kehidupan kita”, yang dimaksudkan bukan saat kita lahir. Titik awal kehidupan kita adalah titik awal satu sel yang membentuk kita, ketika sperma menyatu dengan telur.

Saat sperma dan telur bertemu, sejumlah proses kimiawi yang amat rumit dimulai, dan sebagai hasilnya, sebuah embrio dibentuk. Namun, di antara berbagai hal yang masih belum dimengerti, ada satu hal penting yang dapat disimpulkan menurut kata-kata Profesor David Epel, “Sejak dimulainya abad ini, manusia telah mencari tahu bagaimanakah sebenarnya pertemuan sperma-telur memulai sebuah pertumbuhan”.81

Penelitian yang dilakukan untuk menemukan jawaban pertanyaan ini menunjukkan bahwa kurir yang dibawa oleh NO memulai proses yang menakjubkan di dalam rahim ibu. Di dalam sperma, ada sebuah enzim bernama Nitrit Oksida Sintase (NOS). Enzim ini memulai produksi NO beberapa detik sebelum pembuahan dengan pengaturan waktu yang sempurna. Saat pertemuan terjadi, molekul nitrit oksida di dalam sperma menyebar ke dalam telur; 30 detik setelah itu, kalsium di dalam telur diaktifkan dan mekanisme perkembangbiakan di dalam sel pertama terjadi. Pengaturan yang menakjubkan pada sel pertama ini belum sepenuhnya diketahui. Menarik sekali untuk kita iperhatikan bahwa, jika molekul nitrit oksida tak mencukupi, komunikasi antara sperma dan telur tak akan terjadi. Baru pada tahun 2000 ilmu pengetahuan memahami kenyataan ini; lagi-lagi ini menunjukkan kepada kita bahwa nitrit oksida diciptakan oleh Allah dan ditunjuk olehNya untuk menjalankan fungsi-fungsinya.

Berhadapan Langsung dengan Bakteri dan Virus
Sebelumnya, kami telah menyebutkan bahwa, meskipun membawa pesan-pesan penting, nitrit oksida juga molekul beracun. Maka, peran NO dalam sistem kekebalan terkait dengan daya racunnya. Molekul ini dilepaskan oleh makrofagus, yang penting dalam sistem kekebalan tubuh. Ingatlah bahwa makrofagus adalah benda renik berukuran 0,01 milimeter. Melalui proses yang disebut fagositosis, makrofagus menghabisi (menelan) bakteri dan molekul yang berbahaya bagi tubuh kita. Saat bertemu dengan kuman atau bakteri yang menyebabkan penyakit, makrofagus mengepungnya; lalu, bakteri yang dikepung oleh makrofagus ditembaki dengan nitrit oksida. Lewat cara ini, molekul nitrit oksida memulai suatu reaksi yang menghancurkan bakteri. Tentunya, kerjasama antara nitrit oksida dan makrofagus adalah salah satu dari tak terhingga bukti penciptaan yang serasi.

Molekul NO memiliki peran menarik lain dalam sistem kekebalan. Penelitian menunjukkan bahwa NO melumpuhkan enzim “protease” yang terdapat pada sejumlah virus. Enzim ini memecah protein besar menjadi bagian-bagian kecil yang digunakan pada produksi virus baru. NO menyebabkan enzim ini tak dapat bekerja, mencegah penggandaan virus.

Molekul-molekul kecil mencari molekul-molekul lain di dalam tubuh yang belum pernah ditemui dan mengetahui dengan pasti bagaimana menyudahi pengaruhnya. Dengan cara ini, manusia diselamatkan dari bahaya besar yang tak disadarinya. Jelaslah bahwa semua keteraturan dan hubungan antar-molekul tak mungkin terjadi secara kebetulan. Allah, Tuhan semesta alam, memberikan molekul NO fungsinya dan menciptakannya dengan kemampuan khusus.

Penelitain di bidang ini berlanjut dan diperkirakan bahwa dalam waktu dekat para ilmuwan akan dapat menggunkan nitrit oksida di dalam perang melawan kanker. Setiap informasi baru yang muncul akan tambah menunjukkan bahwa molekul ini adalah hasil sebuah rancangan luar biasa.

Setiap hari, ada penelitian baru tentang molekul nitrit oksida, dan hasil-hasil penelitian ini menakjubkan, bahkan bagi para ilmuwan. Apa yang sudah diketahui hingga kini adalah bahwa molekul kurir ini dihasilkan di berbagai sel di seluruh tubuh kita, dan berfungsi penting di dalam berbagai proses tubuh. Untuk memahami betapa mencengangkan kegiatan molekul ini, tempatkan diri Anda sejenak sebagai NO dan bayangkan Anda menjalankan tugasnya.

1.                       Pertama, bayangkan bahwa Anda harus menggantikan peran molekul ini dalam mengatur pembuluh darah. Agar berhasil menjalankan tugas ini, Anda harus lebih dulu mengenal baik sistem peredaran dan komponen-komponennya — jantung, darah, dan pembuluh darah.
2.                       DI dalam berbagai kegiatan harian, seperti tidur, makan, dan berolahraga, Anda harus menyampaikan pesan mengenai pengaturan tekanan darah ke organ-organ tertentu. Di dalam hal ini, Anda tak boleh melupakan apa pun atau membuat kesalahan sedikit pun. Jika tidak, tekanan darah akan turun terlalu rendah atau naik terlalu tinggi dari biasanya, membuka jalan bagi strok, syok, serangan jantung, dan keadaan lain yang menyebabkan kematian. Selain itu, ingatlah bahwa pembuluh-pembuluh bvena, arteri, dan kapiler di dalam tubuh kita memiliki panjang lebih dari 100 ribu kilometer. Maka, dapat dipastikan Anda tak akan dapat menjalankan tugas ini.
3.                       Diketahui bahwa NO digunakan sebagai kurir di dalam otak kita selama proses belajar. Proses ini demikian rumit sehingga sebagian besar masih belum dimengerti. Oleh karena itu, upaya bersama seluruh dunia ilmiah tak mungkin mampu menjalankan fungsi kurir ini, apalagi Anda yang sendirian.
4.                       Jangan lupakan peran yang dijalani nitrit oksida dalam kemenangan sistem kekebalan pada pertempuran melawan virus dan bakteri.
5.                       Selain itu, dalam ruas ini, kita belum menyentuh peran kurir pada kerja paru-paru, hati, ginjal, lambung, dan sistem reproduksi. Saat menggantikan poisi NO di dalam tubuh manusia, Anda harus memahami bahasa-bahasa semua organ ini; Anda harus menjadi pakar dalam semuanya. Tentunya, ini tak cukup karena tiada yang sebanding dengan tubuh manusia bersama organ-organnya yang bekerja selaras dan trilyunan selnya yang menjalankan fungsi yang amat sangat rumit.
6.                       Akhirnya, Anda harus mengingat bahwa jika kurir ini tak digunakan dalam kadar yang benar, waktu yang tepat dan tempat yang betul, akibatnya bisa membahayakan. Ini dapat dibandingkan dengan seseorang yang melakukan pekerjaan yang sangat rumit menggunakan dinamit atau bahan peledak setiap saat selama 60-70 tahun dan tak pernah salah memperhitungkan sedetik pun operasi-operasi rumit yang dijalankannya.

Tak peduli seberapa ahlinya Anda, Anda harus mengakui bahwa Anda tak dapat melakukan apa yang dilakukan molekul ini, bahkan dengan bantuan komputer dan laboratorium tercanggih.

Tentunya, molekul kurir nitrit oksida telah diciptakan Allah Yang “telah menciptakan segala sesuatu dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya” (QS Al-Furqan, 25:2). Meskipun tak memiliki rindera, kecerdasan, kesadaran, pendidikan dan pelatihan teknis, kenyataan bahwa molekul ini dapat mengatur operasi sel, membuat dan menjalankan sendiri keputusannya yang teliti dan penting bagi tubuh manusia, bersumber dari rancangan Allah yang amat unggul dan tak tertandingi.

Semua informasi ini didapatkan dalam dasawarsa terakhir abad ke -20 sebagai hasil penelitian yang giat oleh para ilmuwan yang dianggap pakar di bidang ini. Tentunya, semua yang belum diketahui mengenai NO tak dapat diungkapkan hanya dari hasil kerja seorang peneliti; ada faktor-faktor lain yang harus diperhitungkan. Lembaga-lembaga negara dan antarnegara telah menghabiskan dana dalam jumlah sangat besar untuk kerja ilmiah di bidang ini dan membangun laboratorium dengan peralatan hasil teknologi terkini.


Tentunya, kenyataan bahwa keajaiban-keajaiban penciptaan yang dikandung molekul kurir ini hanya dapat ditemukan setelah begitu banyak kerja dan upaya, adalah unjuk yang lain dari pengetahuan Allah yang amat unggul.

KEAJAIBAN HORMON PART 9 (Karya Harun Yahya)

KOMUNIKASI PADA SEL-SEL SYARAF


Bayangkan bahwa Anda berjalan bertelanjang kaki di dapur dan menginjak sekeping beling. Rentang waktu yang dibutuhkan antara saat Anda menginjak beling dan merasakan sakit di otak Anda hanyalah seperribuan detik. Jangka aktu itu sangat singkat hingga Anda tak menyadarinya, namun di dalam masa itu, sebuah pesan disampaikan dari jari kaki ke otak Anda. Komunikasi yang cepat dan sempurna ini dikelola oleh sel-sel syaraf atau, sebagaimana sebutannya dalam biologi, neuron.

Lihatlah ke sekeliling: segala yang kita lihat dirancang untuk sebuah tujuan tertentu. Misalnya, sebuah telepon dengan perangkat -perangkat plastik dan elektroniknya, tombol, kabel dan komponen lainnya, telah dirancang untuk menjalin komunikasi dengan orang lain. Demikian juga, alasan penciptaan neuron nampak pada pengamatan pertama. (Tentunya, ini membutuhkan pengamatan dengan mikroskop canggih.) Yang pertama Anda amati, selain organel-organel lain di dalam sel, adalah adanya rentangan-rentangan pada neuron yang mirip dengan lengan yang menjulur dari tubuh; ini disebut akson dan dendrit. Kita dapat membandingkan sebah neuron dengan pusat telepon berteknologi canggih. Ukuran pusat telepon seluler ini hanya antara 0,004 dan 0,1 milimeter, namun mekanisme komunikasinya tak terbandingkan di dunia saat ini. Akson dan dendrit yang disebutkan di atas menjadi jalur yang memerantarai komunikasi dengan neuron lain.

Garis tengah neuron rata-rata 10 mikron. (1 mikron sama dengan seperseribu milimeter). Jika kita dapat merangkai 100 milyar neuron di otak manusia sambung-menyambung membentuk garis, panjang garis itu (berukuran 10 mikron dan terlalu kecil untuk terlihat mata telanjang) sekitar 1000 kilometer. Keberadaan jaringan komunikasi ini di dalam otak berbobot 1400 gram sangat menakjubkan.

Pertimbangkan hal-hal ini lebih cermat lagi. Neuron sangat kecil sehingga 50 buah neuron berukuran rata-rata dapat masuk ke titik di akhir kalimat ini.62 Karena itu, sebagian besar pengetahuan tentang neuron diperoleh secara tak langsung.

Saat mengamati rentangan komunikasi pada sel-sel syaraf, kita melihat bahwa pada setiap neuron ada banyak dendrit yang menyalurkan komunikasi dari neuron lain ke tubuh sel. Sering kali, fungsi suatu akson adalah menyampaikan pesan yang diterimanya dari tubuh sel lewat terminal-terminal dan rentangan-rentangan itu.

Di sini, kita harus mencermati rancangan khusus akson. Sebuah lapisan khusus yang dikenal dengan “selaput myelin” membungkus akson. Rangsangan-rangsangan syaraf disebarkan pada titik-titik tertentu sepanjang selaput myelin. Titik-titik ini disebut “simpul Ranvier”. Penelitian menunjukkan bahwa isyarat yang melompat dari simpul ke simpul bergerak ratusan kali lebih cepat daripada yang bergerak sepanjang permukaan akson.63 Selaput dan “simpul” pada akson ini memungkinkan penyaluran isyarat dengan cara yang paling tepat dan cepat

Neuron memerantarai komunikasi di dalam tubuh kita dengan cara unik yang terdiri dari proses-proses rumit elektronik dan kimiawi yang luar biasa, sehingga memastikan pengelolaan tanpa cela di dalam otak serta antara otak dan organ-organ lainnya. Saat Anda melakukan sebuah gerakan sederhana seperti memegang buku di tangan, membuka halaman-halamannya, atau menggerakkan mata menelusuri kalimat-kalimatnya, terjadilah lalu lintas komunikasi yang sangat padat di dalam sel-sel syaraf tubuh Anda. Mengamati secara cermat neuron-neuron yang membentuk jaringan komunikasi luar biasa ini akan membantu kita lebih memahami betapa ajaibnya penciptaan neuron.

Rancangan pada Sinapsis
Komunikasi antara dua neuron terjadi antara titik-titik penghubung bernama “sinapsis” yang terletak di ujung terminal akson. Sebagaimana pusat telepon menyebabkan manusia saling berkomunikasi, demikian juga sebuah neuron dapat berkomunikasi dengan beberapa neuron lainnya melalui sinapsis. Ratusan juta percakapan telepon dapat terjadi di dunia pada saat yang sama. Bandingkan dengan ini, diperkirakan sekitar 1 kuadriliyun sinapsis ada di dalam otak manusia, sehingga ada 1000 trilyun percakapan.64 Komunikasi luar biasa ini adalah faktor penting yang menyebabkan para ilmuwan menyebut otak sebagai “susunan paling rumit yang di jagat raya”.65

Kita dapat mengatakan dengan cara lain: sebuah sel syaraf biasa di dalam otak manusia, misalnya, memiliki 10 ribu sinapsis.66 Berarti, pada saat yang sama, satu neuron dapat berhubungan dengan 10 ribu sel syaraf yang berbeda. Bayangkan kesulitan yang akan Anda hadapi jika pada saat yang sama berbicara di dua telepon; kemampuan sebuah sel syaraf melakukan puluhan ribu hubungan secara bersamaan adalah sebuah contoh penciptaan yang mengagumkan.

Hingga baru-baru ini, persimpangan komunikasi pada neuron dikira mantap, namun sekali lagi para ilmuwan terkejut oleh kenyataan bahwa bentuk sinapsis berubah sesuai dengan susunan kurir kimianya. Profesor Eric Kandel menerima Hadiah Nobel pada tahun 2000 untuk penemuan ini. Rancangan yang piawai ini dapat disimpulkan sebagai berikut: ada suatu mekanisme pada sinapsis yang mengubah bentuknya menurut kekuatan rangsangan. Saat menerima rangsangan yang kuat, sinapsis membuat rangsangan itu dapat disalurkan ke sel lain, tanpa melemah, dan dengan cara yang paling produktif. Hal penting yang harus ditekankan adalah bahwa sistem ini dipahami setelah percobaan-percobaan pada siput laut. Profesor Kandel sendiri mengakui bahwa sistem syaraf pada manusia dan mamalia terlalu rumit untuk sepenuhnya dipahami lewat penelitian.67

Komunikasi Kimiawi pada Neuron
Sebagian besar manusia mengira bahwa hubungan antarneuron dibangun hanya dengan isyarat-isyarat listrik. Ini tidak benar, sebab komunikasi kimiawi adalah bagian penting di dalam proses ini. Saat mengamati komunikasi antara dua neuron, kita lebih memahami unsur-unsur ajaib dalam komunikasi kimiawi.

Komunikasi kimiawi melibatkan molekul-molekul kurir bernama “pemancar syaraf”. Molekul ini dihasilkan di dalam tubuh oleh sel-sel syaraf, dibawa sepanjang akson, dan disimpan dalam vesikel-vesikel kecil di terminal akson. Di setiap vesikel, ada sekitar 5 ribu pemancar.68 Penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa neuron bak sebuah pabrik kimia yang menghasilkan kurir-kurir yang akan digunakan dalam komunikasi.69

Neuron yang mengirimkan isyarat adalah “neuron pemancar” dan yang menerima disebut “neuron penerima”. Neuron pemancar dan penerima bertemu pada sinapsis, yang berukuran 0,03 mikron.70 Isyarat listrik tertentu membangkitkan kurir di terminal akson di dalam sel syaraf pengirim. Ujung sinapsis yang dipenuhi dengan kurir kimia menyatu dengan membran sel dan melepaskan molekul-molekul di dalamnya ke ruang sinapsis. Pesan yang dibawa oleh kurir dikirimkan ke reseptor pada membran neuron penerima. Reseptor yang berbeda berhubungan dengan molekul kurir yang berbeda. Pesan yang dibawa oleh molekul kurir kimia lalu dimengerti oleh neuron penerima.

Kami hanya menggambarkan sistem ini secara kasar, dan setiap tahapnya dipenuhi berbagai proses yang belum benar-benar dimengerti oleh para ilmuwan. Kenyataannya, para ilmuwan baru memiliki gambaran buram sejumlah kejadian yang berhubungan dengan komunikasi ini.71

Bayangkan penggabungan ujung sinapsis dengan membran sel. Proses yang digambarkan dengan kata “fusi” adalah penggabungan sangat khusus yang serupa dengan penggabungan sebuah peranti moduler ke sebuah komputer yang sangat canggih. Hubungan antara satu peranti dan sebuah komputer bergantung kepada suatu perhitungan teknik yang rumit. Jika tidak, peranti itu tak akan cocok dengan komputer, bahkan komputer mungkin bisa rusak. Sebuah sel jauh lebih rumit daripada sebuah komputer, dan suatu penyatuan yang selaras antara sebuah pemancar syaraf dan sebuah membran sel tak terjadi secara acak. Seluruh proses rumit yang terjadi setiap saat ini ada di bawah kendali Allah Yang menciptakannya.

Perencanaan dan Pengaturan Waktu
pada Molekul-Molekul Kurir
Kepadatan dan kapan kurir-kurir kimia berada di ruang sinapsis secara langsung mempengaruhi komunikasi antara dua neuron. Ada mekanisme tersendiri bagi setiap kurir kimia. Sebagian kurir menyebar setelah menyampaikan pesannya. Sebagian lain diuraikan oleh enzim khusus setelah melakukan fungsinya. Misalnya, molekul- molekul kurir yang disebut “asetilkolin” diubah oleh enzim khusus menjadi kolin dan asetat.

Ada satu lagi mekanisme hebat di dalam sel-sel syaraf: kurir-kurir yang menyampaikan pesan ke sel reseptor dikumpulkan kembali di sel pemancar dan disimpan untuk digunakan pada pesan berikutnya. Proses ini dilakukan oleh sejumlah molekul khusus. Kegiatan molekul-molekul dopamin dan serotonin diatur dengan cara ini. Jika kita membayangkan betapa sulitnya mendaur ulang suatu produk, sebaiknya kita memahami keefektifan mekanisme dalam sel syaraf ini.

Setiap tahap komunikasi kimiawi terjadi dengan keseimbangan yang sangat teliti. Setiap molekul kurir yang digunakan pada setiap komunikasi, dan setiap protein dan enzim yang menjalankan suatu fungsi pada berbagai tahap harus dirancang. Jumlah molekul kurir yang akan disimpan, berapa lama sel-sel penerima akan dirangsang, waktu pemisahan atau penyatuan kembali, adalah bagian-bagian penting keseimbangan komunikasi. Selain itu, sejumlah rincian penting yang terkait dengan keseimbangan komunikasi yang masih belum diketahui.

Penyakit Parkinson adalah suatu keadaan di mana kerusakan penyelarasan otot membuat orang sulit bergerak, dan menyebabkan gemetaran. Penyebab penyakit ini adalah rusaknya keseimbangan antara molekul kurir dopamin dan asetilkolin. Ketika sejumlah sel-sel syaraf di dalam otak menghasilkan dopamin kurang daripada yang dibutuhkan, hasilnya adalah hilangnya kendali otot. Kenyataan ini diketahui baru-baru ini saja (Profesor Arvid Carlsson dianugerahi Hadiah Nobel atas penemuannya ini).

Keseimbangan yang teliti dan mekanisme rumit ini tidak terbentuk dari serangkaian kejadian acak. Dia Yang menciptakan semua itu, memelihara dengan kekuatanNya, memberi untuk melayani manusia, dan mengambilnya saat menghendakinya, adalah Allah, Yang memiliki kekuatan dan pengetahuan yang kekal.

Komunikasi Listrik AntarNeuron
Setiap saat, setiap sel syaraf mengalami perubahan rumit. Komunikasi lewat neuron adalah sebuah operasi yang terjadi ketika kurir elektro-kimia atau kimia menghasilkan isyarat listrik.

Untuk memahami komunikasi listrik ini, pertama-tama kita harus memikirkan mekanisme keseimbangan lainnya; keseimbangan menakjubkan yang dibentuk muatan-muatan listrik dalam sel-sel syaraf, yakni ion. Ion menjalankan suatu fungsi penting dalam neuron; ada ion natrium dan kalium bermuatan positif satu, ion kalsium bermuatan positif dua dan ion klorida bermuatan positif satu. Selain itu, ada juga sejumlah molekul protein bermuatan negatif.

Pada keadaan istirahat, neuron bermuatan negatif. Pada keadaan ini, protein-protein dan berbagai ion bermuatan negatif berada di dalam sel syaraf. Dibandingkan denan jumlah di luar, lebih banyak ion kalium serta lebih sedikit ion klorida dan natrium di dalam neuron.72 Ini tidak ditata acak, dan perbandingan ini ditentukan dan secara khusus dipertahankan.

Pesan yang tertinggal pada reseptor-reseptor membran di dalam sel-sel syaraf memulai sebuah rangkaian proses dalam sel yang mengingatkan kita akan efek domino. Selama proses yang belum diketahui secara rinci ini, ratusan protein diperkirakan menjalankan satu fungsi. Proses ini terjadi berurutan dan dalam urutan yang sempurna, menyebabkan saluran-saluran ion tertentu pada membran sel terbuka. Akibatnya, ion natrium yang dibawa ke dalam sel menetralkan sel yang sebelumnya bermuatan negatif (-70 milivolt). Pemindahan ion antara bagian dalam dan luar sel menghasilkan isyarat listrik. Proses yang kami gambarkan di sini dengan cara yang paling sederhana dimulai dan berakhir kurang dari satu milidetik.

Isyarat yang dihasilkan bergerak cepat sepanjang akson dan memulai proses kimia yang akan membawa pesan ke sel lain di titik sinapsis di ujung terminal. Kecepatan rata-rata isyarat sepanjang akson adalah 120 meter per detik.73 Sebuah perhitungan sederhana akan menunjukkan kepada kita bahwa kecepatan ini sama dengan 432 kilometer per jam.

Sel-sel syaraf yang menyampaikan pesan menyelesaikan tugasnya dan kembali ke keadaan istirahat. Pemulihan ini berlangsung dengan terbuka dan tertutupnya saluran natrium dan kalium dalam masa kurang dari satu milidetik. Tanpa jam yang dihasilkan oleh teknologi tinggi, Anda tak dapat mengukur satu milidetik. Bayangkan seakan Anda memiliki jam seperti itu; Anda masih belum dapat mengatur pembukaan dan penutupan saluran ion dengan satu sel syaraf. Jika Anda mencoba memulai jutaan proses yang setiap saat berlangsung, suatu kesalahan yang terjadi dalam jangka waktu hanya satu milidetik akan melencengkan proses-proses ini.

Sebuah Kenyataan yang Menyolok
Ada satu sifat lain yang membedakan neuron dari sel-sel kita lainnya. Sel-sel lain tubuh kita terus-menerus diperbaharui, namun neuron tak berubah. Dengan bertambahnya usia, jumlahnya menurun, namun sel-sel syaraf yang ada pada masa tua seseorang sama dengan yang dimilikinya di masa muda. Apa yang telah digambarkan sejauh ini adalah cerita yang amat disederhanakan dari sistem komunikasi di dalam neuron yang berfungsi sepanjang hidup manusia. Bahkan orang cerdas dan berilmu akan sulit memahami hal ini; sel dan hormon telah sangat berhasil menjalani fungsi-fungsi ini tanpa kesalahan pada jutaan manusia yang hidup di dunia sejak awal zaman.

Bagaimanakah sistem yang sangat rumit dalam setiap sel syaraf kita ini terbentuk? Bagaimanakah keselarasan mengagumkan pada ratusan juta sel di dalam tubuh kita terjadi? Bagaimanakah sistem komunikasi yang sangat hebat ini terjamin tanpa timbul kebingungan? Bagaimanakah sistem yang bergantung pada keseimbangan dan penjadwalan yang teliti ini bekerja tanpa membuat kesalahan?

Sangat wajar jika ratusan pertanyaan tentang “mengapa” memenuhi benak manusia. Meskipun ada kenyataan-kenyataan ini, sejumlah ilmuwan mencoba mati-matian membela pernyataan evolusionis bahwa sistem tanpa cela ini sepenuhnya terbentuk karena murni kebetulan. ‘Tak mungkin’ bukanlah ungkapan yang cukup kuat untuk menggambarkan upaya-upaya para evolusionis yang mencoba menghubungkan asal-usul kehidupan dengan sebuah “sel purba” khayali yang muncul secara tak sengaja; mereka tak memiliki jawaban pertanyaan-pertanyaan di atas.

Satu hal di dalam artikel-artikel yang ditulis oleh para evolusionis menarik minat kita; tiada penjelasan ilmiah tentang cara evolusi terjadi. Malah, mereka mengatakan bahwa molekul dan protein yang berfungsi di dalam komunikasi muncul pada suatu tahap dalam apa yang karenanya disebut evolusi, dan tak berubah susunannya hingga zaman kita. Tentunya, pernyataan seperti ini, yang bahkan tak sedikit pun memiliki bukti, adalah dusta besar. Berkedok ilmu pengetahuan, mereka bermain kata-kata yang ditujukan untuk menolak penciptaan.


Tiada keraguan bahwa hanya ada satu penjelasan mengapa mekanisme yang begitu memukau ini terjadi: Allah, Tuhan semesta alam, menciptakan sel dari ketiadaan. Dialah Tuhan kita, Pencipta kita semua, Yang merancang sistem komunikasi yang sangat rumit dan saling terkait di dalam sel dengan sangat rinci. Dialah Allah, Yang membuat atom, molekul, dan protein yang tak pernah beristirahat, demi melayani kita; dan hanya Dia Yang berhak disembah dan dipuja.

KEAJAIBAN HORMON PART 8 (Karya Harun Yahya)

SISTEM KODE POS DI DALAM SEL


Suatu sel, dengan segenap organelnya yang bekerja dengan keselarasan dan keteraturan sempurna di dalamnya, memiliki sifat-sifat yang menakjubkan. Profesor di Karolinska Institute, Swedia mengatakan bahwa keteraturan sebuah sel dapat disamakan dengan sebuah kota besar seperti New York.51

Saat menyelidiki protein, yang merupakan bahan pembentuk sel, kita menemukan sejumlah kenyataan penting: Setiap sel mengandung lebih dari semilyar molekul protein yang terdiri dari ribuan jenis.52 Untuk memahami jumlah yang besar ini, bayangkan contoh berikut: dengan laju satu per detik, untuk mencacah semilyar protein, akan dibutuhkan 32 tahun perhitungan terus-menerus dan cermat. Jika Anda menyertakan kebutuhan makan dan tidur yang tak terhindarkan, kehidupan Anda mungkin tak akan cukup panjang untuk menghitung protein di dalam sel Anda satu demi satu. Ada kira-kira 7 milyar manusia di dunia saat ini, dan masing-masing memiliki sekitar 100 trilyun sel dalam tubuhnya. Maka, jumlah molekul protein yang ada di dunia terlalu banyak untuk kita hitung. Selain itu, pada setiap orang, protein-protein ini terus-menerus diperbaharui; sekitar sekali sebulan protein dipecah menjadi asam-asam amino yang membentuknya dan disintesis ulang sesuai dengan kebutuhan sel.53 Protein dibangun ulang sebagai hasil operasi rumit yang digambarkan dengan istilah “sintesis protein”. Sebagian darinya disusun sebagai enzim dan ada hampir di setiap tahap semua reaksi rumit di dalam sel; sebagian membentuk hormon-hormon kurir; sebagian mendapat tugas khusus dalam penataan fungsi-fungsi penting, seperti membawa oksigen ke darah, merangsang sel agar bertindak dan mengatur kadar gula dalam tubuh.

Di sini kita ingin memusatkan perhatian pada arus lalu lintas protein yang terjadi saat protein-protein yang baru dihasilkan berpindah tempat di dalam sel. Karena sebagiannya mulai segera digunakan di dalam sel, protein-protein ini harus dibawa ke tempat di mana akan digunakan; sebagian lain dikirimkan ke daerah penyimpanan protein di dalam sel untuk digunakan nanti. Protein yang akan digunakan di luar dikeluarkan dari sel dengan pengawasan membran sel. Sementara itu, protein yang masuk ke dalam sel dari luar, juga dengan pengawasan membran, membentuk bagian penting lalu lintas protein yang padat ini. Pendeknya, dalam lingkungan sel yang kecil, ada kegiatan yang mengagumkan banyaknya. Bahkan lalu lintas pada jam sibuk di kota besar tempat jutaan manusia tinggal tampak tenang jika dibandingkan dengan hiruk-pikuk sel. Tambahan lagi, kegiatan padat ini dijalankan oleh protein-protein kita yang ukurannya sekitar sepersejuta milimeter, yang ada di dalam sel kita yang besarnya seperseratus milimeter. Sangat luar biasa bahwa milyaran satuan-satuan kecil dapat masuk ke sebuah tempat yang ukurannya terlalu kecil untuk terlihat mata telanjang, dan masing-masing bergerak mondar-mandir untuk menjalankan fungsinya dengan keteraturan dan keselarasan yang hebat. Demi kesinambungan kehidupan, lalu lintas sel ini harus terus berlangsung. Setiap protein, apakah dihasilkan oleh pabrik bernama “ribosom” atau yang diperoleh dari sel lain memiliki tempat khusus di mana akan digunakan. Protein yang dibutuhkan organel, misalnya mitokondria, berbeda dari yang lainnya. Jika kita membayangkan pengaturan kota besar, keadaan ini dapat disetarakan dengan kenyataan bahwa berbagai sarana produksi di sebuah kota memiliki kebutuhan yang berlainan.

Kenyataan bahwa di dalam sel berukuran seperseratus milimeter, 1 milyar protein bergerak setiap saat, memunculkan pertanyaan berikut: bagaimanakah protein-protein yang dihasilkan ini mengetahui ke mana harus pergi? Bagaimanakah protein-protein ini mencapai organel tempatnya akan digunakan atau sel tujuan di luar sel tempatnya disintesis tanpa tersesat? Bagaimanakah protein-protein keluar dari dalam membran yang tersusun dari lapisan-lapisan lemak yang rapat mengelilingi organel? Bagaimanakah lalu lintas sel yang mengagumkan padatnya ini berfungsi tanpa kecelakaan?

Mari sejenak kita bayangkan lagi hal ini dengan mengganti protein yang baru dihasilkan dengan manusia yang baru lahir. Mari kita berikan nasehat-nasehat tertulis dan lisan kepada bayi yang baru lahir di kota khayal dengan milyaran penduduk ini, tentang tempat ke mana ia dapat menemukan makanan dan pakaian, cara ia dapat menemukan kebutuhannya, dan tempat ia bisa mendapatkan pekerjaan. Tentunya, seorang bayi yg tak mengenal lingkungan tempatnya dilahirkan; tidak mungkin ia menemukan sendiri tempat mana pun di kota yang ramai. Untuk menemukan jalan tanpa tersesat, orang ini harus tinggal bertahun-tahun di kota itu, dan mengenalnya. Untuk meraih kepandaian itu, ia membutuhkan waktu lama; tentunya mengejutkan bahwa sebuah protein tanpa kecerdasan dan kesadaran mampu melakukannya dengan sempurna.

Rahasia bagaimana protein dapat mengatasi rintangan-rintangan yang dihadapinya dan menemukan alamat yang tepat, tersembunyi dalam perancangan sel yang piawai. Penelitian mutakhir di bidang ilmu sel mengungkapkan sejumlah mekanisme ajabi di dunia renik sel.

Bagaimanakah Lalu Lintas Protein di dalam Sel Diatur?
Setiap orang mengetahui bahwa sebuah sistem kode pos dirancang untuk meningkatkan efisiensi komunikasi dengan menyampaikan sebuah surat ke alamat yang tepat secepat mungkin dan kesalahan sekecil-kecilnya. Yang sangat menarik adalah penelitian menunjukkan bahwa suatu mekanisme serupa ada di dalam sel.54 Diketahui bahwa protein disintesis dari penyatuan terencana ratusan asam amino. Suatu bagian khusus yang terdiri dari antara 10 sampai 30 asam amino membentuk sejenis rantai yang membentuk kode posprotein. Dengan kata lain, kode pos yang tertulis pada amplop terbentuk dari nomor dan huruf, sementara kode pos dalam protein terbentuk dari asam amino. Kode ini terdapat pada salah satu ujung protein atau di dalamnya. Akibatnya, setiap protein baru yang disintesis menerima instruksi ke mana akan pergi di dalam sel dan bagaimana menuju ke sana. Sekarang, mari kita amati dengan mikroskop yang sangat canggih perjalanan protein di dalam suatu sel.
Ketika memerhatikan bagaimana protein yang baru disintesis bergerak ke tempatnya yang seharusnya — misalnya retikulum endoplasma — kita melihat yang berikut: pertama, kode pos dibaca oleh suatu partikel molekul SRP (atau partikel pengenal isyarat). SRP adalah suatu bangun yang dirancang khusus untuk membaca kode pos dan membantu protein menemukan saluran yang harus dilaluinya. SRP menerjemahkan kode di dalam protein, melekat padanya, dan membimbingnya bak pemandu jalan sungguhan. Kemudian, SRP dan protein mengunci saluran protein dan sebuah reseptor di membran retikulum endoplasma yang dirancang khusus untuknya. Saat dengan cara ini reseptor dirangsang, saluran pada membran terbuka. Pada tahap ini, SRP memisahkan diri dari reseptor. Seluruh operasi ini terjadi dengan pengaturan waktu dan keselarasan yang sempurna.

Di sini, protein itu menemui satu penghalang. Kita ketahui bahwa protein terbentuk ketika rantai asam amino membengkok dan berubah bentuk menjadi tiga dimensi. Pada keadaan seperti ini, tak mungkin molekul protein menembus membran retikulum endoplasma karena saluran pada membran hanya berdiameter 2 persejuta milimeter. Namun, di sini kita melihat adanya rencana yang sudah dirancang sempurna karena masalah ini telah dipecahkan pada tahap produksi. Ribosom yang menghasilkan protein memproduksinya berbentuk rantai yang belum dibengkokkan. Bentuk rantai ini memungkinkan protein menembus saluran. Setelah protein selesai menembus, saluran ditutup sampai penembusan berikutnya. Kerja bagian kode pada protein yang masuk ke retikulum endoplasma berakhir. Karena itu, bagian ini dilepaskan dari protein oleh suatu enzim khusus; lalu, protein melipat diri dan menyusun penampakan akhir tiga dimensinya. Keadaan ini mirip dengan apa yang terjadi setelah sepucuk surat mencapai tujuannya; fungsi kode pos yang tertulis di amplop berakhir. Bagaimana enzim ini dapat bekerja secara sadar dan mengetahui yang mana dari ratusan, bahkan terkadang ribuan, asam amino di dalam protein yang akan dipotongnya adalah keajaiban tersendiri. Jika memotong sembarang asam amino yang membentuk protein selain dari yang membentuk kode pos itu, protein menjadi tak berguna. Sebagaimana kita lihat, pada setiap tahap banyak partikel yang bekerja dengan sadar dan bertanggung jawab. Sebuah kenyataan yang pasti bahwa rasa tanggungjawab yang sadar ini tak mungkin dimiliki oleh molekul-molekul renik.

Kenyataannya adalah kerjasama antara segenap molekul yang berperan dalam fungsi yang rumit ini — protein, SRP, protein kode pos, ribosom, reseptor, saluran protein, enzim, membran plasma, dan fungsi-fungsi rumit lainnya yang tak disebutkan di sini — tanpa cela. Sistem kode pos di dalam sel sendiri adalah bukti agungnya penciptaan. Sistem yang baru digunakan selama 40 tahun oleh manusia ini telah bekerja di dalam trilyuan sel jauh di kedalaman tubuh jutaan manusia sejak penciptaan Nabi Adam AS.

Institut Kedokteran Howard Hughes terkenal dengan penelitiannya di bidang komunikasi seluler. Presiden lembaga ini, PW Choppin, menyatakan bahwa penemuan sistem kode di dalam sel adalah salah satu penemuan terpenting di bidang biologi mutakhir. “Gunter mengungkapkan bahwa setiap protein memiliki ‘kode batang molekulernya’ masing-masing, yang dibaca oleh sel dan memandu protein ke tempat yang benar,” kata Choppin.55

Sistem kode batang bukanlah sesuatu yang tak kita kenal; kita sering menemukannya dalam kehidupan sehari-hari. Di sampul belakang buku ini, Anda akan menemukan contohnya. Nyaris segala yang di dalam kulkas atau lemari dapur Anda berkode batang. Di berbagai sektor, kode batang tak dapat dikesampingkan. Sistem ini, yang terbentuk dari jajaran garis-garis tegak, membutuhkan pemindai laser untuk menerjemahkannya. Pemindai laser meneruskan informasi ke komputer dan memerantarai pelaksanaan beberapa fungsi rumit. Singkatnya, sistem kode batang adalah suatu metode yang dirancang dan dikembangkan agar hidup kita lebih nyaman.

Tak diragukan lagi bahwa kode batang telah berkembang sebagai hasil pemrograman khusus dan rancangan di dalam komputer dan pemindai. Sistem ini bergantung kepada perangkat-perangkat rumit, dan operasi selaras perangkat-perangkat ini bergantung kepada perencanaan teknis. Tak seorang pun yang berkecerdasan dan berakal sehat akan beranggapan yang sebaliknya. Dengan demikian, gagasan mereka yang mencoba menjelaskan bahwa susunan-susunan rumit yang demikian mengagumkan seperti kode pos di dalam sel (atau sistem kode batang) itu hasil kebetulan, menunjukkan kekurangan pemahaman yang parah. Di dalam Al Quran, sebuah pertanyaan diajukan, “Apakah mereka diciptakan tanpa pencipta ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)?” (QS Ath-Thur, 52:35) dan ketakmungkinan hal ini ditegaskan. Kemungkinan bahwa sebuah protein dapat terbentuk dengan sendirinya (atau secara kebetulan) adalah nol, apalagi milyaran protein di dalam satu sel. Selain itu, karena protein-protein ini tak mungkin dibentuk secara kebetulan, jauh lebih tak mungkin bahwa pengelolaan, kerjasama (dan keserasian) di antara protein terjadi secara kebetulan dengan cara yang memungkinkan tubuh tetap hidup selama bertahun-tahun.

Tak diragukan lagi bahwa segalanya, dari atom hingga molekul, protein atau sel, telah diciptakan karena kemurahan Allah dan dianugerahkan kepada kita. Karena itu, adalah tugas kita untuk berpikir mendalam tentang kasih Tuhan kita yang tanpa batas dan bersyukur kepadaNya.

SRP: Si Pemandu di dalam Sel
Bayangkanlah Anda melakukan kunjungan singkat ke suatu negara asing yang bahasanya tak Anda pahami. Pada keadaan ini, Anda membutuhkan segera seorang pemandu yang akan memungkinkan Anda berkomunikasi dengan orang-orang setempat dan membantu Anda dalam perjalanan Anda tanpa tersesat.

Mirip dengan itu, ada sebuah partikel di dalam sel yang bekerja sebagai pemandu bagi protein yang baru terbentuk. Pemandu ini adalah SRP yang disebutkan di atas, yang susunan rumitnya terbentuk dari molekul protein dan RNS. Di bagian luar, SRP mirip pancang boling berukuran hanya 24 persejuta milimeter.

SRP memahami bahasa kedua protein dan bangunan saluran masuk reseptor pada membran retikulum endopasma. Susunan rumit penunjuk jalan ini belum sepenuhnya dipahami; para ilmuwan menduga bahwa molekul RNA di dalam SRP berperan penting, namun belum memahami fungsi molekul ini. Selain itu, rincian hubungan antara SRP si pemandu dan saluran masuk reseptor belum diketahui.56

Komunikasi dan Transportasi di dalam Inti Sel
Seorang profesor biokimia molekuler yang terkenal dengan penelitiannya di bidang ini, JA Doudna, menyatakan bahwa hubungan yang terbentuk antara protein dan RNA, yang merupakan salah satu komponen SRP, adalah suatu “jaringan yang memukau” 57 dan “contoh persekutuan molekuler yang sesungguhnya”.58 Tentunya, susunan ini benar-benar menakjubkan karena RNA dan protein telah diciptakan sedemikian rupa sehingga bekerja saling serasi tanpa cela, dan telah disatukan untuk menjalankan suatu fungsi khusus. Tiada bedanya antara mengatakan bahwa rancangan ini terjadi secara kebetulan dan menganggap bahwa sebuah ponsel terbentuk dari penyatuan atom-atom dan molekul-molekul dengan sendirinya. Tak diragukan lagi, susunan kristal protein ini, yang baru diketahui pada tahun 2000, adalah hasil rancangan hebat. Susunan ini tanda kekuasaan dan pengetahuan abadi Allah.

Inti sel diketahui berisi bank data (molekul DNA) tempat seluruh sifat fisik dikodekan serinci-rincinya. Banyak proses yang terjadi di dalam sel dilangsungkan berdasarkan informasi di dalam DNA. Oleh karena itu, di antara inti sel dan sitoplasma dan berbagai organel, setiap saat terjadi lalu lintas protein yang padat. Lalu lintas dan komunikasi ini diatur untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan sel.

Inti sel berbeda dengan organel-organel lainnya; inti ini ditutupi oleh dua lapis membran. Pada membran ini, ada gerbang keluar-masuk NPC (alias bangunan pori inti) yang digunakan protein. Ini gerbang keluar-masuk, bukan saluran keluar-masuk, karena susunannya berbeda. Berkat sistem khusus ini, sejumlah besar molekul seperti RNA dan DNA dapat menembus membran inti sehingga susunan halus protein dan molekul tidak rusak. Ketika terbuka penuh, gerbang keluar masuk ini berukuran 10 kali saluran pada organel lain. Penelitian menunjukkan bahwa setiap detiknya ada 10 masukan dan 10 keluaran yang melalui satu gerbang keluar-masuk.59 Masuk dan keluarnya setiap protein ke dan dari inti sel digenapkan dengan petunjuk dari “karyoferin”. Pemandu khusus ini beragam dan berikatan dengan protein serta mengarahkannya ke gerbang keluar-masuk. Selain itu, protein dan enzim juga berperan dalam proses pemindahan.

Sistem pemindahan protein yang luar biasa terpadu dan rumit ini lagi-lagi menyisakan tak satu pun alasan bagi ilmuwan evolusionis; Profesor Günter Blobel mengakui bahwa “mekanisme angkut terinci penembusan NPC masih belum diketahui”.60 Misalnya, karyoprotein yang membangun komunikasi dan mengatur penyaluran; artikel-artikel ilmiah yang ditulis tentang fungsi partikel ini memenuhi ribuan halaman. Rancangan luar biasa satu partikel ini jelas menunjukkan penciptaan. Jika memerhatikan bahwa ada beraneka partikel pemandu dengan sifat dan susunannya masing-masing, kita lebih dalam memahami bahwa pengetahuan abadi Allah meliputi segala sesuatu.

Sistem Unik yang Belum Terungkap Rahasianya
Setiap hari, penelitian ilmiah menguak berbagai fungsi sistem “kode pos” sel. Beberapa saat yang lalu, orang mengetahui bahwa sebuah sistem yang mirip dengan ini ada pada sistem kekebalan tubuh dan antibodi dihasilkan dengan cara ini. Selain itu, orang mengetahui bahwa ada sekelompok molekul khusus yang menyebabkan sel-sel darah meninggalkan sistem peredaran dan mengarahkan sel-sel itu ke jaringan tertentu.

Apakah yang kita ketahui tentang sistem di dalam sel yang tak terbandingkan ini masih lebih sedikit daripada yang kita ketahui. Hadiah Nobel biasanya dibagi oleh beberapa ilmuwan, namun pada tahun 1999, hanya Günter Blobel yang menerima penghargaan atas penemuannya tentang sistem kode pos sel. Dalam sebuah wawancara yang dilakukan setelah penerimaan penghargaan itu, Profesor Blobel berkata:

Kini, kami berada di tingkat di mana kami memahami banyak mekanisme dasar lalu lintas protein di dalam sel, namun belum memahami semuanya. Kami tengah meneliti, misalnya, lalu lintas antara inti sel dan sitoplasma, dan masih jauh dari mengerti cara lalu lintas ini diatur dan caranya bekerja.61

Kebenarannya nyata. Tak peduli ke mana pun kita pergi, setiap titik di kedalaman ruang angkasa, di kedalaman lautan, di tengah hutan, dan di dalam tubuh kita, ditaburi oleh tanda-tanda pengetahuan, seni, dan kekuasaan Allah. Pada abad-abad sebelumnya, manusia tak menyadari bahwa keajaiban-keajaiban penciptaan yang terkandung di dalam sel; namun hari ini, satu-per-satu keajaiban itu memukau kita. Setiap perkembangan baru di dunia biologi sel mencatat kenyataan bahwa pernyataan para evolusionis adalah tipu daya tak masuk akal. Pada saat yang sama, sekali lagi keajaiban-keajaiban itu menunjukkan bahwa keteraturan mengagumkan di dalam sel diciptakan oleh Allah dengan satu perintah: “Jadilah” dan setiap saat semuanya ada di bawah kendaliNya. Segala sesuatu yang ditentukan atas sel adalah kesempatan bagi kita memuji keagungan dan kekuasaan Tuhan kita, Allah yang Maha Kuasa.


“Sesungguhnya keadaanNya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya, “Jadilah!” maka terjadilah ia. Maka Maha Suci (Allah) yang di tanganNya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepadaNyalah kamu dikembalikan.” (QS Ya-sin 36: 82-83)