IDENTIFIKASI SPESIES
BURUNG KIPASAN BELANG DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS
LAMBUNG MANGKURAT BANJARMASIN
Oleh:
NOOR IKA HANDAYANI
Program Studi Pendidikan Biologi, Jurusan Pendidikan Matematika dan IPA, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unlam
NOOR IKA HANDAYANI
Program Studi Pendidikan Biologi, Jurusan Pendidikan Matematika dan IPA, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unlam
ABSTRAK
Universitas
Lambung Mangkurat merupakan salah satu universitas yang terkemuka dan tertua di
Kalimantan Selatan khususnya Banjarmasin. Universitas ini terbagi menjadi 3
lokasi yang berbeda, yakni di Banjarbaru dan Banjarmasin (Jalan Veteran dan
Jalan Hasan Basri). Kampus utama dari universitas ini terletak di Jalan Hasan
Basri. Di dalam kampus utama terdapat banyak keanekargaman hayati seperti flora
dan fauna, salah satunya adalah burung. Berbagai jenis burung dapat ditemukan
di lokasi. Penelitian ini
dilakukan dengan metode observasi, deskriptif dan kepustakaan yaitu dengan cara
mengamati gerak-gerik burung yang terdapat di lingkungan universitas khususnya
di titik sekitar Fakultas Hukum karena di kawasan ini banyak terdapat
pohon-pohon tinggi dengan ranting yang cukup banyak, selain itu terdapat
beberapa gedung dan terdapat lahan cukup luas yang ditumbuhi oleh semak dan
ilalang untuk menggali berbagai macam informasi langsung di lapangan seperti
ciri morfologi, cara hidup dan lain sebagainya kemudian dibandingkan dengan
pustaka. Selanjutnya mengidentifikasi dan memberi nama spesies yang ditemukan. Berdasarkan
pengamatan, ciri-ciri
burung
ini adalah tubuh berukuran
sedang, warna bulu perpaduan antara hitam, abu-abu dan putih dengan paruh
kecil, pendek dan tipe pemakan biji berwarna hitam, bergerak lincah dan setelah
dibandingkan dengan pustaka dapat diketahui burung ini bernama Rhipidura javanica atau biasa dikenal dengan sebutan Burung Kipasan
Belang.
Kata
kunci :
Identifikasi, Burung Kipasan Belang, Ciri Morfologi, Unlam
Alamat korespondensi : Telp.08971774905, Email : noorika200596@gmail.com
PENDAHULAN
Universitas Lambung Mangkurat merupakan salah satu
tempat dimana banyak keanekaragaman hayati seperti flora dan fauna. Terdapat
berbagai tumbuhan dari tingkat rendah hingga tingkat tinggi seperti rerumputan
dan pepohonan yang mendukung adanya berbagai macam fauna. Salah satu
diantaranya adalah burung.
Burung
adalah anggota kelompok hewan bertulang belakang (vertebrata) yang memiliki
bulu dan sayap. Jenis-jenis burung begitu bervariasi, mulai dari burung kolibri
yang kecil mungil hingga burung unta, yang lebih tinggi dari orang.
Diperkirakan terdapat sekitar 8.800 – 10.200 spesies burung di seluruh dunia;
sekitar 1.500 jenis di antaranya ditemukan di Indonesia. Berbagai jenis burung
ini secara ilmiah digolongkan ke dalam kelas aves. Ratusan jenis burung dapat
ditemukan di hutan-hutan tropis, mereka menghuni hutan-hutan ini dari tepi
pantai hingga ke puncak-puncak pegunungan. Burung juga ditemukan di rawa-rawa,
padang rumput, pesisir pantai, tengah lautan, gua-gua batu, perkotaan, dan
wilayah kutub. Masing-masing jenis beradaptasi dengan lingkungan hidup dan
makanan utamanya. Maka dikenal berbagai jenis burung yang berbeda-beda warna
dan bentuknya. Ada yang warnanya cerah cemerlang atau hitam legam, yang hijau
daun, coklat gelap atau burik untuk menyamar, dan lain-lain. Ada yang memiliki
paruh kuat untuk menyobek daging, mengerkah biji buah yang keras, runcing untuk
menombak ikan, pipih untuk menyaring lumpur, lebar untuk menangkap serangga
terbang, atau kecil panjang untuk mengisap nektar.
Ada yang memiliki cakar tajam untuk mencengkeram mangsa, cakar pemanjat pohon, cakar penggali tanah dan serasah, cakar berselaput untuk berenang, cakar kuat untuk berlari dan merobek perut musuhnya (Wahyu, 2011).
Ada yang memiliki cakar tajam untuk mencengkeram mangsa, cakar pemanjat pohon, cakar penggali tanah dan serasah, cakar berselaput untuk berenang, cakar kuat untuk berlari dan merobek perut musuhnya (Wahyu, 2011).
Terdapat
berbagai macam jenis burung yang terdapat di Universitas Lambung Mangkurat seperti
burung Pijantung Kecil, Gereja, Walet Raksasa, Cucak Sakit Tubuh, Madu
Sriganti, Cabe Bunga Api dan sebagainya. Salah satunya adalah burung Kipasan
Belang. Hal ini dikarenakan burung Kipasan Belang mempunyai habitat di daerah
yang terbuka, hutan sekunder dan hutan mangrove dimana Universitas Lambung
Mangkurat dapat dikategorikan sebagai daerah yang terbuka sehingga tidak asing
terdapat keberadaan burung Kipasan Belang di Universitas Lambung Mangkurat. Berdasarkan
uraian diatas maka penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi lebih jelas
karakteristik yang khas dari burung
Kipasan Belang.
METODE
PENELITIAN
Metode
yang digunakan dalam artikel
ini adalah metode observasi, yaitu suatu metode
pengumpulan data yang dilakukan melalui suatu pengamatan dengan disertai
pencatatan-pencatatan terhadap keadaan atau perilaku obyek sasaran (Fathoni,
2006). Selain itu juga menggunakan metode diskriptif
yaitu suatu metode dalam meneliti yang dimaksudkan untuk menggambarkan “apa
adanya” tentang suatu gejala atau keadaan tetapi tidak dimaksudkan untuk menguji
suatu hipotesis. Serta
menggunakan metode kepustakaan dengan cara membandingkan hasil pengamatan
dengan pustaka-pustaka yang sesuai dengan penelitian.
HASIL
Dari hasil
penjelajahan yang dilakukan dilokasi penelitian, setiap praktikan mempunyai
tugass untuk mengamati burung baik ciri morfologi maupun perilakunya yang dideskripsikan di
dalam tabel pertelaan dan mendokumentasikan burung tersebut,
setelah pengamatan maka dilakukan pencocokkan hasil pertelaan dengan pustaka-pustaka
yang ada untuk menentukan jenis aves yang didapat. Di bawah ini merupakan tabel
pertelaan burung Kipasan Belang.
Tabel 1. Hasil Pengamatan Burung Kipasan Belang (Rhipidura
javanica)
No
|
Ciri Taksonomi
|
Pengamatan
|
Literatur
|
Ket
|
|
1.
|
Kepala
|
Cakar petengger, tipe
paruh pemakan biji-bijian, ukuran tubuh lebih besar
dari burung gereja, terlihat disekitar kantin Fakultas Hukum saat sedang hinggap.
|
|||
A
|
Warna bulu
|
Hitam
|
Hitam
*
|
||
B
|
Warna paruh
|
Hitam
|
Hitam
*
|
||
C
|
Ukuran paruh
|
Kecil
|
Kecil *
|
||
D
|
Warna mata
|
Coklat
|
Coklat
*
|
||
2.
|
Badan
|
||||
A
|
Warna bulu secara umum
|
Hitam
|
Hitam *
|
||
B
|
Warna punggung
|
Abu-abu
|
Abu-abu
*
|
||
C
|
Warna dada
|
Putih
|
Putih
*
|
||
D
|
Warna sayap bagian atas
|
Hitam
|
Hitam *
|
||
E
|
Warna sayap bagian
bawah
|
Hitam
|
Hitam *
|
||
F
|
Ukuran badan
|
± 20 cm
|
19
cm *
|
||
3.
|
Kaki
|
||||
A
|
Warna kaki
|
Hitam
|
Hitam
*
|
||
B
|
Ukuran kaki
(panjang/pendek)
|
Pendek
|
Pendek *
|
||
4.
|
Ekor
|
||||
A
|
Warna ekor
|
Hitam
|
Hitam *
|
||
B
|
Ukuran ekor
(panjang/sedang/pendek)
|
Sedang
|
Sedang *
|
||
5.
|
Klasifikasi
|
![]()
Sumber
: Dokumentasi Pribadi. 2015
|
![]()
Sumber
: Hasan, 2014**
|
||
Filum : Chordata
Kelas : Aves
Bangsa :
Passeriformes
Suku : Rhipiduridae
Marga : Rhipidura
Jenis : Rhipidura
javanica
(Sumber : Sparrman,1788)
|
|||||
Referensi :
*Dudung, Muslim. 2013. Burung
Kipasan Belang. (Diakses dalam http://omkicau.com/2013/03/17/burung-kipasan-belang-alias-murai-gila-yang-unik-lihat-video-dan-download-audionya/ pada tanggal 01 Desember 2015)
**Hasan, 2014. Burung Kipasan Belang.
(Diakses dalam www.semuatentangburung.blogspot.co.id/2014/03.html pada tanggal 01 Desember 2015)
|
|||||
P
PEMBAHASAN
Menurut pengamatan, burung Kipasan
Belang pada bagian kepala terdapat bulu berwarna hitam, paruh berwarna hitam,
ukuran paruh kecil dan mata berwarna coklat. Paruh pada burung Kipasan Belang
merupakan tipe paruh pemakan biji-bijian. Pada bagian badan terdapat warna umum
secara keseluruhan yaitu hitam, punggung berwarna abu-abu, dada berwarna putih,
sayap bagian atas berwarna hitam, sayap bagian bawah berwarna hitam, ukuran
badan ± 20 cm. Ukuran badannya lebih besar dibandingkan dengan burung gereja. Burung
Kipasan Belang memiliki kaki yang berwarna hitam dan ukuran kaki yang pendek.
Ekornya berwarna hitam dan ukurannya sedang. Burung ini juga memiliki cakar
tipe petengger.
Menurut literatur, burung Kipasan
Belang pada bagian kepala terdapat bulu berwarna hitam, paruh berwarna hitam,
ukuran paruh kecil dan mata berwarna coklat. Pada bagian badan terdapat warna
umum secara keseluruhan yaitu hitam, punggung berwarna abu-abu, dada berwarna
putih, sayap bagian atas berwarna hitam, sayap bagian bawah berwarna hitam,
ukuran badan 19 cm. Burung Kipasan Belang memiliki kaki yang berwarna hitam dan
ukuran kaki yang pendek. Ekornya berwarna hitam dan ukurannya sedang.
Burung Kipasan Belang mempunyai
keunikan tersendiri yaitu ketika berkicau, burung ini akan mengembangkan
bulu-bulu ekornya sehingga membentuk semacam kipas. Pada bagian sekitar paruh,
juga terdapat rambut yang panjang seperti kumis. Selain itu, keunikannya yang
lain adalah dapat kembali ke tempat burung tersebut dilahirkan. Makanan dari
burung ini adalah serangga. Burung ini sering terlihat di dekat permukaan tanah
dan bertengger pada cabang yang rendah untuk menangkap mangsanya. Burung
Kipasan Belang bergerak aktif di semak-semak, meluncur dari tempatnya
bertengger dan melakukan penerbangan yang akrobatik. Tangkapannya jarang
meleset, karena dibantu oleh paruhnya yang berkumis yang berfungsi sebagai
navigasi yang canggih saat mencari serangga.
Cara membedakan burung Kipasan
Belang jantan dan betina dapat dilihat dari warna bulunya. Burung jantan
memiliki warna hitam gelap di tubuhnya, sedangkan burung betina memilki warna
kecoklatan. Masa berkembang biak burung ini di alam liar sekitar bulan Februari
sampai Juli. Pada bulan-bulan tersebut, burung Kipasan Belang mencari pasangan,
kawin, bertelur dan mengasuh anaknya. Sarang burung dibangun pada cabang-cabang
pohon rindang yang sangat rendah. Burung Kipasan Belang memilki sifat yang
pemarah saat berkembang biak untuk melindungi wilayah sarangnya.
Dalam IUCN Red List, burung Kipasan
Belang memiliki status Least Concern (resiko rendah). Tetapi Pemerintah RI
telah menetapkan burung ini sebagai burung yang dilindungi berdasarkan UU No. 5
Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dan PP
No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.
KESIMPULAN
Berdasarkan
pengamatan ditemukan bahwa karakteristik burung ini paruhnya tipe pemakan biji dan cakar
petengger, mempunyai bulu dengan perpaduan warna hitam, abu-abu dan putih,
berukuran sedang, dapat ditemukan pada daerah terbuka, hutan sekunder dan hutan
mangrove, memiliki keunikan yaitu dapat mengembangkan bulu ekornya seperti
kipas apabila sedang berkicau diketahui burung ini merupakan anggota family Rhipiduridae spesies Rhipidura
javanica Burung ini sering ditemukan di kawasan Universitas
Lambung Mangkurat.
SARAN
Untuk melakukan pengamatan
selanjutnya lebih baik untuk menggunakan alat yang memadai seperti teropong dan
kamera lapangan dengan telezoom agar memudahkan dalam proses identifikasi. Selain
itu juga, penting menjaga kelestarian aves sebagai salah satu keanekaragaman
fauna di Indonesia khususnya di wilayah Kalimantan Selatan.
DAFTAR PUSTAKA
Dudung, Muslim. 2013. Burung Kipasan Belang. (Diakses dalam http://omkicau.com/2013/03/17/burung-kipasan-belang-alias-murai-gila-yang-unik-lihat-video-dan-download-audionya/ pada tanggal 01 Desember 2015)
Dokumentasi Pribadi. 2015. (Difoto pada tanggal 22
November 2015)
Fathoni, A.
2006. Metodologi Penelitian dan Teknik
Penyusunan Skripsi. PT Asdi Mahasatya : Jakarta.
Hasan, 2014. Burung
Kipasan Belang. (Diakses dalam www.semuatentangbu rung.blogspot.co.id/2014/03.html pada tanggal 01 Desember 2015)
IUCN. 2015. Rhipidura
javanica. (Diakses dalam http://www.iucnredlist.org/detai ls/22706799/0 pada tanggal 03 Januari 2016)
Naparin, Ahmad dkk.
2015. Penuntun Praktikum Zoologi
Vertebrata. BATANG: Banjarmasin.
Wahyu. 2011. Aves. (Diakses
dalam http://wahyumirza.blogspot.com/20
11/03/makalah-aves.html pada tanggal 03 Januari 2016)





0 komentar:
Posting Komentar