DUA PEMIMPIN TUBUH KITA:
KELENJAR HIPOTALAMUS
DAN KELENJAR PITUITARI
Kenyataan bahwa Anda
dapat duduk dengan nyaman di kursi Anda dan membaca kalimat-kalimat ini
disebabkan sistem yang mengatur keseimbangan dalam tubuh Anda demi kepentingan
Anda. Misalnya, tak peduli berapa pun suhu di luar, tubuh Anda harus selalu
dijaga pada suhu tetap, biasanya antara 36,5 dan 37,5 derajat. Penurunan dan
kenaikan suhu tubuh secara tiba-tiba dapat menyebabkan kematian. Suhu tubuh
orang sehat, berkat sistem ini, berubah paling banyak 0,5 derajat. Dengan cara
yang sama, tekanan darah dalam pembuluh darah, jumlah cairan di dalam darah,
dan kecepatan fungsi sel harus cermat diukur, serta keseimbangan yang ada
dijaga setiap saat.
Mari kita bayangkan
usaha-usaha yang dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan ini secara buatan.
Pertama, bayangkan adanya termometer- termometer peka di beberapa tempat dalam
tubuh, peranti-peranti untuk mengukur kekentalan darah dalam pembuluh darah,
dan laboratorium mini untuk mengendalikan kecepatan fungsi sel. Lalu, bayangkan
ribuan perlengkapan yang berada di berbagai titik dalam tubuh ini harus setiap
detik mengkaji secara tepat dan menyampaikan informasi yang diterimanya ke
sebuah komputer yang sangat canggih.
Namun, tidak cukup cuma
kajian-kajian ini dibuat; pada saat yang sama, harus juga diketahui,
berdasarkan data yang ada, tindakan apa yang perlu diambil dan perintah seperti
apa yang perlu diberikan ke sel yang mana.
Tentunya, bahkan dengan
teknologi masa kini, masih tak mungkin menaruh ribuan thermometer, laboratorium
mini, dan alat pengukur tekanan di kedalaman tubuh manusia. Namun, sebuah sistem
khusus dengan rancangan tercanggih yang mungkin ada telah diletakkan di
kedalaman tubuh manusia sejak lahir.
Ribuan pos penerima
mengukur hal-hal seperti suhu tubuh dan tekanan pembuluh darah. Pos-pos ini
mengirim informasi itu ke sebuah komputer khusus. Komputer ini ada di bagian
otak yang disebut hipotalamus.
Manajer Tersembunyi Tubuh Anda:
Kelenjar Hipotalamus
Hipotalamus adalah
pemimpin umum sistem hormon; ia memiliki tugas penting memastikan kemantapan
dalam tubuh manusia. Setiap saat, hipotalamus mengkaji pesan-pesan yang datang
dari otak dan dari dalam tubuh. Setelah itu, hipotalamus menjalankan beberapa
fungsi, seperti menjaga kemantapan suhu tubuh, mengendalikan tekanan darah,
memastikan keseimbangan cairan, dan bahkan pola tidur yang tepat.
Hipotalamus terletak
langsung di bawah otak dan ukurannya sebesar biji kenari. Sejumlah besar
informasi sehubungan dengan keadaan tubuh dikirim ke hipotalamus. Informasi ini
disampaikan ke sana dari setiap titik dalam tubuh, termasuk pusat indra dalam otak.
Kemudian hipotalamus menguraikan informasi yang diterimanya, memutuskan
tindakan yang mesti diambil dan perubahan yang harus dibuat dalam tubuh, serta
membuat sel-sel tertentu menjalankan keputusannya.
Hal mendasar yang harus
diperhatikan di sini adalah: hipotalamus itu sebuah organ yang terdiri dari
sel-sel tak sadar. Suatu sel tak mengetahui berapa lama manusia harus tidur; ia
tak dapat menghitung berapa seharusnya suhu tubuh. Sel tak dapat mengambil
keputusan terbaik berdasarkan informasi yang ada, dan tak dapat membuat sel
lain yang berjauhan letaknya dalam tubuh menjalankan keputusan itu. Namun,
sel-sel dalam hipotalamus bertindak dalam cara yang luar biasa sadar demi
menjamin bahwa keseimbangan yang dibutuhkan dalam tubuh terjaga. Pada halaman-halaman
selanjutnya, kita akan menelaah secara rinci kegiatan luar biasa yang
diperlihatkan oleh sel-sel tak sadar ini.
Salah satu fungsi
terpenting hipotalamus adalah menjembatani sistem hormon dan sistem lain yang
mengatur dan memelihara tubuh—yaitu sistem syaraf. Hipotalamus bukan saja
mengatur sistem hormon, namun juga sistem syaraf dengan tingkat keahlian yang
tinggi.
Hipotalamus memiliki
pembantu yang sangat penting dalam perannya mengatur tubuh; pembantu ini
menyampaikan kepada bagian-bagian tubuh tertentu tentang keputusan yang telah
diambil. Misalnya, ketika terjadi penurunan tiba-tiba tekanan darah,
potongan-potongan informasi dikirimkan, dan mengabari hipotalamus tentang
perubahan tekanan ini; lalu hipotalamus memutuskan tindakan-tindakan yang harus
dilakukan untuk menaikkannya dan menyampaikan keputusannya kepada
pembantu-pembantunya.
Untuk menjalankan
keputusan, pembantunya mengetahui sel-sel yang mana yang harus menerima
perintah itu. Ia menulis pesan-pesan dalam bahasa yang dimengerti sel-sel ini
dan segera menyampaikan segenap pesan itu. Sel-sel tujuan mematuhi perintah
yang diterima dan melakukan tindakan yang tepat untuk menaikkan tekanan darah.
Pembantu hipotalamus
adalah kelenjar pituitari, yang juga berpengaruh amat penting dalam sistem
hormonal.
Antara
kelenjar hipotalamus dan pituitari terdapat sistem komunikasi yang mengagumkan.
Kedua potong daging ini sebenarnya berkomunikasi bagai dua manusia yang sadar.
Hipotalamus memiliki kendali menyeluruh atas kelenjar pituitari dan pelepasan penting
beberapa hormon.
Misalnya, hipotalamus
seorang anak dalam masa perkembangan mengirim pesan ke kelenjar pituitari
dengan perintah, “lepaskan hormon pertumbuhan” dan kelenjar pituitari lalu
melepaskan hormon pertumbuhan tepat seperti yang dibutuhkan.
Sesuatu yang mirip
terjadi saat sel-sel tubuh harus bekerja lebih cepat; di sini terdapat dua
tingkat komando. Hipotalamus mengirimkan perintah ke kelenjar pituitari yang
pada gilirannya meneruskan perintah itu ke kelenjar tiroid. Kelenjar pituitari
melepaskan hormon tiroid dalam jumlah yang tepat dan sel-sel tubuh mulai
bekerja lebih cepat.
Saat kelenjar adrenal
(yang menghasilkan beberapa hormon yang sangat penting) harus diaktifkan atau
organ reproduksi harus menghasilkan hormon-hormonnya, hipotalamus lagi-lagi
mengirimkan pesan ke kelenjar pituitari, yang mengarahkan pesan itu ke daerah
yang sesuai dan memastikan bahwa hormon-hormon yang dibutuhkan di bagian tubuh
itu dilepaskan.
Hormon-hormon yang
dihasilkan oleh hipotalamus untuk mengatur kelenjar pituitari antara lain:
·
Hormon pelepas hormon pertumbuhan
·
Hormon pelepas tirotropin
·
Hormon pelepas kortikotropin
·
Hormon pelepas gonadotropin
Dalam beberapa hal, untuk
ikut serta dalam kegiatan sel, hipotalamus menggunakan dua hormon yang
dihasilkannya sendiri. Untuk menyimpan hormon-hormon ini, hipotalamus lebih
dulu mengirimkannya ke kelenjar pituitari, kemudian, saat dibutuhkan,
memastikan bahwa hormon-hormon ini dilepaskan oleh kelenjar pituitari.
Hormon-hormon tersebut adalah:
·
Vasopresin (sebuah hormon antidiuretik, yaitu
hormon penahan air)
·
Oksitosin
Kedua molekul hormon yang
dihasilkan oleh hipotalamus ini sangat kecil. Salah satunya hanya sebesar tiga
asam amino. Hormon hipotalamus berbeda dari hormon-hormon lainnya bukan hanya
karena kecil, namun juga karena jarak tempuhnya dalam tubuh. Hormon biasanya
bergerak ke daerah yang jauh dari kelenjar tempat ia dihasilkan menuju
organ-organ yang ditentukan. Namun, hormon hipotalamus mencapai kelenjar
pituitari hanya dengan menembus pembuluh kapiler setebal beberapa milimeter.
Hormon ini tak pernah memasuki sistem peredaran umum.
Hipotalamus menghasilkan
hormon yang mengaktifkan kelenjar pituitari, dan saat dibutuhkan, menghasilkan
juga hormon yang menghentikan kelenjar pituitari di saat yang tepat sehingga tak
melepaskan hormon tertentu. Dengan cara ini, hipotalamus mengatur sepenuhnya
kegiatan kelenjar pituitari.
Dirijen Orkestra Hormon:
Kelenjar Pituitari
Kelenjar pituitari adalah
sekerat daging kecil berwarna merah jambu sebesar kacang buncis, dengan berat
setengah gram dan dihubungkan ke hipotalamus dalam otak oleh sebuah batang.
Berkat hubungan inilah, pituitari menerima perintah dari hipotalamus untuk
menghasilkan hormon yang diperlukan.
Kelenjar pituitari
sebesar buncis ini berpengaruh besar pada tubuh manusia dan menunjukkan fungsi
yang mengagumkan sehingga telah (dan masih) menjadi bahan penelitian ilmiah
selama bertahun-tahun. Sekerat daging kecil ini telah menerima banyak perhatian
di dunia ilmiah. Kelenjar pituitari juga dikagumi karena sifat-sifatnya yang
luar biasa. Misalnya, kelenjar pituitari disebut sebagai “dirijen orkestra
endokrin (hormon)”. Kelenjar ini juga dipuji sebagai “kelenjar utama”. Pada
saat yang sama, kelenjar pituitari juga dikenal sebagai sebuah “keajaiban
biologi yang luar biasa”.
Kelenjar pituitari berhak
menerima pujian-pujian ini karena ke-12 hormon berbeda yang dihasilkannya dan
kendali yang dilakukannya terhadap sistem hormon. Kelenjar ini tidak saja
menghasilkan hormon yang mempengaruhi sel-sel jaringan tertentu, tetapi juga
mengatur kerja kelenjar-kelenjar hormon lain yang jauh letaknya.
Jika kita mengingat bahwa
kelenjar hormon adalah organ yang mengatur kegiatan sel-sel di dalam tubuh
dengan memberi perintah tertentu, pentingnya kelenjar pituitari kian jelas.
Karena tak berhenti memberikan perintah ke berbagai sel di dalam tubuh,
kelenjar pituitari juga memberikan perintah pada kelenjar-kelenjar hormon yang
lalu meneruskan perintah itu ke sel-sel lain dalam tubuh. Dengan demikian,
pituitari berfungsi sebagai pemimpinnya para pemimpin.
Misalnya, pituitari
mengirimkan perintah pada kelenjar tiroid saat pelepasan hormon tiroid
dibutuhkan. Dengan cara yang sama, pituitari memberikan perintah pada kelenjar
adrenal, zakar di tubuh laki-laki, serta indung telur dan kelenjar susu pada
tubuh perempuan.
Sebuah pertanyaan penting
adalah: bagaimana kelenjar pituitari dan sel-sel yang membentuknya mengetahui
“fungsi kelenjar adrenal”, cara “kelenjar itu menjalankan fungsinya”, dan
“tanda yang dibutuhkan untuk mengaktifkannya”?
Bagaimanakah sel-sel yang
membentuk kelenjar adrenal memahami dan menerjemahkan perintah yang dikirim
kelenjar pituitari, dan mengapa mematuhinya?
Saat merenungkan secara
rinci masalah ini, kita akan melihat bahwa dimensi keajaiban ini makin luas.
Sebuah hormon yang dihasilkan oleh kelenjar pituitari dirancang agar sesuai
dengan tempatnya melekat di sel tujuan. Namun, tidak ada sel pituitari yang
pernah melihat kelenjar hormon ke mana pesan dikirim. Sel-sel pituitari tak
mungkin mengetahui rancangan reseptor pada sel-sel yang membentuk kelenjar
adrenal. Ini dapat disetarakan dengan seseorang yang pergi menuju sebuah rumah
ribuan kilometer jauhnya di negara lain, yang lalu menemukan diri di depan
pintu yang belum pernah dilihatnya, namun memiliki sebuah anak kunci yang cocok
dengan gemboknya saat pertama dicoba. Bagaimanakah sel yang membentuk kelenjar
pituitari dapat mengetahui cara membuat anak-anak kunci yang sesuai dengan
gembok-gembok yang belum pernah sel-sel itu lihat?
Hal penting lainnya
adalah tak boleh terjadi kesalahan dalam sistem ini. Jika anak kunci yang
dibuat tak dapat membuka pintu yang dituju (yaitu, jika hormon yang dihasilkan
tidak melaksanakan fungsinya di daerah yang ditetapkan), terjadilah kematian.
Misalkan hormon yang dihasilkan oleh kelenjar pituitari tak bekerja pada
kelenjar adrenal, tubuh tidak dapat bertahan.
Untuk memahami lebih
lanjut keajaiban sistem ini, kita dapat menggunakan cara berikut: berdirilah di
depan sebuah cermin, letakkan jari Anda pada sebuah titik di antara kedua mata
Anda. Lima sampai enam sentimeter di belakang titik ini, tepat dalam tengkorak
Anda, ada sekerat daging, seukuran kacang buncis, yang disebut kelenjar
pituitari.
Kemudian, letakkan tangan
Anda yang lain di perut. Tepat di bawah tangan ini, di dalam perut, terdapat
sepasang ginjal. Di atas setiap ginjal, ada sebuah kelenjar seukuran kenari
dengan berat sekitar 4-5 gram
yang disebut kelenjar adrenal.
Kedua potong daging ini
dapat berkomunikasi satu sama lain. Keduanya bukan manusia sadar yang dapat bercakap-cakap
satu sama lain, melainkan dua kelompok sel. Selanjutnya, sistem komunikasi ini,
bersama dengan akibat-akibat yang dihasilkannya, adalah hasil teknologi maju
yang bahkan tak dimiliki manusia.
Kenyataan bahwa dua
potong daging jauh di dalam tubuh kita saling berkomunikasi dan memahami
merupakan keajaiban yang patut direnungkan.
Di sisi lain, jika tidak
mempelajari biologi, orang tak menyadari bahwa organ seperti ini ada di dalam
tengkoraknya di bawah otak. Sebagian besar orang awam bahkan tidak mengetahui
bahwa kelenjar pituitari adalah sekerat daging yang sangat kecil di bawah otak
yang membuat kita tetap hidup dengan terus-menerus mengirimkan pesan dan
memberikan perintah kepada tubuh. Selain itu, orang benar-benar tak menyadari
bahwa semua itu terjadi. Jika kelenjar ini tak melaksanakan fungsinya, orang
ini akan mati dalam waktu singkat. Jika Anda melihat sejenak dari sudut pandang
ini pada orang di sebelah Anda, Anda akan semakin memahami betapa lemah dan
bergantungnya manusia kepada Allah, Sang Pencipta kita.
Hormon-Hormon yang Dihasilkan
oleh Kelenjar Pituitari
Sebelum merenungkan lebih
lanjut nama-nama hormon pituitari, ada baiknya mengulangi bahwa tujuan buku ini
adalah melihat hal-hal menakjubkan yang terjadi dalam sistem hormonal yang
mengejutkan bahkan dunia ilmiah, dan mengamati lebih dekat kehebatan ciptaan
Allah. Karena alasan ini, lebih baik memusatkan perhatian pada bagaimana sistem
berfungsi daripada pada nama-nama hormon. Istilah-istilah Yunani dan Latin yang
digunakan dalam ilmu kedokteran dan biologi menjadi penghalang bagi banyak
orang. Dan terkadang istilah-istilah Yunani dan Latin ini hanya membuat
jalannya sebuah mekanisme lebih sulit dipahami (atau menghalangi kita
menghargai keajaiban yang terjadi dalam proses-proses yang memukau). Kebanyakan
pakar kedokteran dan biologi mungkin tak memahami keajaiban di dekat mereka
justru karena pesona istilah-istilah itu. Misalnya, mereka mengetahui secara
rinci cara kelenjar pituitari terbentuk dan berfungsi, namun tak pernah memikirkan
sumber kesadaran cerdas yang ditunjukkan sepotong kecil daging ini. Karena
alasan itu, kami ulangi bahwa tak perlu menakut-nakuti pembaca yang tidak akrab
dengan bacaan-bacaan kedokteran dengan menyiapkan ruang khusus bagi arti
istilah-istilah ini. Kami hanya akan menyebutkan secara singkat nama-nama
hormon dan pada halaman-halaman selanjutnya kita akan melihat keajaiban besar
yang diakibatkan hormon-hormon itu.
Kelenjar pituitari
terdiri atas dua bagian: kelenjar depan (anterior) dan belakang (posterior).
Setiap bagian menghasilkan hormon berbeda.
Kelenjar Pituitari Depan
Kelenjar pituitari depan
menghasilkan enam hormon berbeda yang fungsinya telah tertentu. Sebagian hormon
yang bekerja pada kelenjar hormon lainnya disebut “hormon tropik”. Hormon ini
dirancang untuk mengatur sistem hormon. Pada halaman berikut kita akan
mempelajari fungsi-fungsi hormon tropik bersama dengan susunan dan fungsi
kelenjar-kelenjar hormon yang dihasilkannya. Kelompok lain hormon-hormon ini
merangsang jaringan tubuh. Nama-nama hormonnya sebagai berikut:
Hormon yang merangsang
kelenjar endokrin/hormon lain (tropik):
1.
Hormon perangsang tiroid (TSH)
2.
Hormon perangsang
kelenjar adrenal (ACTH, hormon adrenokortikotropik)
3.
Hormon perangsang folikel (FSH)
4.
Hormon Luteneizing (LH).
Hormon-hormon yang
bekerja pada jaringan tubuh (non-tropik)
1.
Hormon pertumbuhan (GH)
2.
Hormon prolaktin (PRL).
Kelenjar Pituitari Belakang
Bagian belakang kelenjar
pituitari adalah tempat menyimpan hormon yang dihasilkan oleh hipotalamus. Pada
keadaan yang sesuai, hormon-hormon ini dilepaskan dengan perintah dari
hipotalamus. Hormon-hormon itu adalah:
1.
Vasopresin (hormon antidiuretik)
2.
Oksitosin
Keajaiban Pertumbuhan:
Hormon Pertumbuhan
Seorang bayi usia setahun
beratnya hampir dua kali dan panjangnya satu setengah kali saat ia dilahirkan.
Dalam setahun, bobotnya naik dengan kecepatan yang mengagumkan. Ia juga tumbuh
lebih panjang, dan tubuhnya tumbuh seimbang. Apakah yang menyebabkan bayi baru
lahir yang beratnya 3
kilogram dan panjangnya 50 sentimeter dapat tumbuh
menjadi orang dewasa berbobot 80 kilogram dan tinggi 1,80 meter dua puluh
tahun kemudian?
Jawaban atas pertanyaan
ini tersembunyi dalam hormon pertumbuhan yang ditemukan dalam molekul
mengagumkan yang dilepaskan oleh kelenjar pituitari.
Agar dapat menjadi orang
dewasa, seorang bayi harus tumbuh. Proses pertumbuhannya terjadi dengan dua
cara. Sejumlah sel mengalami pembesaran; sel-sel lain membelah dan berkembang
biak. Yang mengatur dan memastikan kedua proses ini adalah hormon pertumbuhan.
Hormon pertumbuhan
dilepaskan dari kelenjar pituitari dan mempengaruhi semua sel yang ada dalam
tubuh. Setiap sel mengetahui arti dari pesan yang dikirim kepadanya dari
kelenjar pituitari. Sesuai dengan pesan ini, ia tumbuh atau berkembang biak.
Contohnya, jantung bayi
yang baru lahir berukuran sekitar seperenambelas ukuran jantung manusia, namun
jumlah sel seluruhnya dalam jantung bayi sama dengan jantung orang dewasa.
Dengan berkembangnya tubuh, hormon pertumbuhan mempengaruhi setiap sel jantung.
Setiap sel berkembang sesuai dengan perintah yang diberikan kepadanya oleh
hormon pertumbuhan. Akibatnya, jantungnya tumbuh menjadi jantung dewasa.
Perkembangbiakan sel-sel
syaraf berhenti saat janin berusia enam bulan dan masih tinggal dalam rahim
ibu. Sejak saat itu hingga lahir dan sejak lahir hingga dewasa, jumlah sel-sel
syaraf tetap sama. Hormon pertumbuhan memerintahkan sel-sel syaraf memperbesar
ukurannya. Saat masa pertumbuhannya berakhir, sistem syaraf telah mencapai
bentuk akhir.
Sel-sel lain dalam tubuh
(misalnya, sel-sel otot dan tulang) membelah dan berkembang biak selama masa
pertumbuhan. Lagi-lagi hormon pertumbuhanlah yang mengabari sel-sel ini berapa
banyak harus membelah.
Berdasarkan hal ini, kita
harus mengajukan pertanyaan ini:
Bagaimanakah mungkin
kelenjar pituitari mengetahui rumus yang tepat yang menentukan pembelahan dan
pertumbuhan sel? Menakjubkan bahwa sekerat daging ini, yang seukuran kacang
buncis, mengatur semua sel di dalam tubuh dan membuatnya tumbuh dengan membelah
atau memperbesar diri. Pertanyaan lain yang harus diajukan: siapa yang menugasi
sekerat daging ini fungsi tersebut? Mengapa sepanjang hidupnya sel-sel ini
mengirimkan pesan yang memerintahkan sel-sel lain membelah diri?
Di sini, lagi-lagi kita
melihat kehebatan penciptaan Allah yang tanpa cacat. Sel-sel yang terletak di
sebuah daerah kecil memastikan pembelahan teratur trilyunan sel-sel lain.
Namun, tak mungkin sel-sel ini mengamati tubuh manusia dari luar untuk
menentukan seberapa besar tubuh harus tumbuh dan kapan harus berhenti tumbuh.
Sel-sel tak sadar, dalam kegelapan tubuh, bahkan tanpa mengetahui apa yang
dilakukannya, menghasilkan hormon pertumbuhan (dan berhenti menghasilkannya)
saat diperlukan. Sistem sempurna telah diciptakan untuk mengendalikan setiap
tahap pertumbuhan dan pelepasan hormon ini.
Merupakan salah satu
keajaiban lagi bahwa hormon pertumbuhan memerintahkan sejumlah sel untuk
meningkatkan ukurannya dan memerintahkan yang lain untuk berkembangbiak dengan
pembelahan karena hormon-hormon yang mencapai setiap jenis sel serupa satu sama
lain. Bagaimanakah sel yang menerima perintah harus bereaksi tertulis dalam
kode genetikanya. Hormon pertumbuhan mengeluarkan perintah untuk tumbuh; bagaimana pertumbuhan tersebut dapat
terjadi tercatat dalam sel. Ini menunjukkan kekuatan dan kebesaran penciptaan
pada setiap titik dalam perkembangan tubuh manusia.
Namun, satu hal yang
sangat penting adalah kenyataan bahwa hormon pertumbuhan mempengaruhi sebagian
besar sel-sel tubuh. Jika sejumlah sel mematuhi hormon pertumbuhan dan yang
lain tidak, akibatnya adalah bencana. Misalkan, sel-sel jantung mematuhi
perintah hormon pertumbuhan, tetapi sel-sel tulang iga menolak menggandakan
diri dan tumbuh, apa yang akan terjadi? Jantung yang sedang tumbuh akan
tersesak dalam rongga dada yang
terlalu kecil dan mati.
Atau, tulang hidung
tumbuh namun kulit di atasnya berhenti tumbuh, tulang hidung akan merobek kulit
sehingga terbuka. Keselarasan pertumbuhan otot, tulang, kulit dan organ-organ
lainnya dijamin oleh ketaatan setiap sel pada hormon pertumbuhan.
Hormon pertumbuhan juga
memberikan perintah bagi perkembangan tulang rawan di ujung-ujung tulang.1
Tulang rawan ini seperti keadaan bayi baru lahir yang belum terbentuk; jika
tulang ini tak tumbuh, bayi tak dapat tumbuh. Di sini, sel-sel menyebabkan
tulang tumbuh menurut arah panjangnya, tetapi bagaimana sel-sel ini mengetahui
bahwa tulang harus tumbuh ke arah tersebut? Jika tulang tumbuh ke samping,
tungkai tak akan memanjang; bahkan bisa merobek kulit dan akan tampak. Namun,
segalanya sudah direncanakan dan rencana ini tertulis dalam inti setiap sel.
Kenyataan menakjubkan
lainnya tentang hormon pertumbuhan adalah kapan
ia dilepaskan dan berapa jumlahnya. Hormon
pertumbuhan dilepaskan dalam jumlah yang tepat dan pada saat masa pertumbuhan
paling giat. Hal ini amat penting karena jika jumlah yang dilepaskan lebih atau
kurang dari yang dibutuhkan, hasilnya tak akan seperti yang diinginkan. Jika
terlalu sedikit hormon yang dilepaskan, kekerdilan terjadi, dan jika terlalu
banyak, gigantisme (pertumbuhan raksasa) terjadi.2
Maka, karena alasan itu,
sebuah sistem yang sangat khusus telah diciptakan untuk mengatur jumlah hormon
yang dilepaskan dalam tubuh. Jumlah hormon yang dilepaskan ini ditentukan oleh
hipotalamus, yang dikenal sebagai pengatur kelenjar pituitari. Pada waktu yang
tepat untuk pelepasan hormon pertumbuhan, hipotalamus mengirimkan “hormon
pelepas hormon pertumbuhan” (GHRH) ke kelenjar pituitari. Dan saat sudah
terlalu banyak hormon pertumbuhan dilepaskan ke dalam darah, hipotalamus
mengirimkan sebuah pesan (hormon somatostatin) ke kelenjar pituitari dan
memperlambat pelepasan hormon pertumbuhan.3
Tetapi, bagaimana sel-sel
yang membentuk hipotalamus mengetahui berapa banyak hormon pertumbuhan yang
seharusnya ada dalam darah? Bagaimanakah sel-sel itu mengukur jumlah hormon
pertumbuhan dalam darah dan membuat keputusan berdasarkan jumlah itu? Untuk
menjelaskan betapa besarnya keajaiban ini, mari kita pikirkan sebuah contoh:
Bayangkanlah bahwa kita
telah menggunakan peralatan khusus dan mengecilkan ukuran tubuh seseorang
menjadi sepersekian juta dari ukuran aslinya, yaitu ke ukuran sel manusia. Kita
meletakkan orang ini dalam sebuah kapsul khusus di samping sebuah sel dalam
hipotalamus.
Tugas orang ini adalah
menghitung jumlah molekul hormon pertumbuhan dalam pembuluh kapiler yang
melintas di depannya. Ia menentukan jika terdapat pengurangan atau penambahan
jumlah molekul. Luas diketahui bahwa ada ribuan zat berbeda dalam darah. Tak
mungkin seorang manusia (jika bukan ahli di bidang ini) dapat mengetahui dari
susunan molekul apakah sesuatu di hadapannya itu hormon pertumbuhan atau zat
lain. Namun, orang yang kita taruh dalam hipotalamus harus mengenali dengan
pasti hormon pertumbuhan di antara jutaan molekul lainnya. Selain itu, ia harus
selalu memeriksa jumlah hormon.
Bagaimanakah mungkin
hipotalamus yang tak sadar menjalankan tugas ini, yang sepertinya sangat sulit
bahkan bagi manusia? Bagaimanakah hipotalamus setiap saat mengukur jumlah
hormon pertumbuhan dalam darah? Bagaimanakah hipotalamus membedakan hormon
pertumbuhan dari molekul lainnya? Sel-sel ini tak bermata untuk mengenali
molekul, atau berotak untuk menilai keadaan. Namun, hipotalamus menjalankan
perintah yang diberikan kepadanya dalam suatu sistem sempurna ciptaan Allah.
Hormon pertumbuhan tak
hanya dilepaskan dalam masa perkembangan, namun berlanjut sampai dewasa. Dalam
keadaan demikian, Anda akan berharap manusia akan terus tumbuh dan menjadi
berukuran raksasa. Tetapi, hal ini tak terjadi.4 Saat manusia
mencapai ukuran tertentu, sel-selnya tak lagi membelah dan tumbuh. Para ilmuwan
masih belum mengetahui mengapa ini terjadi. Diketahui bahwa berkat sistem yang
sangat khusus, sel-sel diprogram agar tidak lagi membelah dan tumbuh setelah
masa tertentu. Dalam keadaan demikian, seseorang harus merenungkan Kekuatan
yang menciptakan program sempurna itu. Ini memperlihatkan kepada kita satu lagi
keajaiban ciptaan Allah.
Tidak begitu sulit untuk
memahami betapa pentingnya trilyunan sel bersamaan berhenti membelah dan tumbuh
pada waktu yang tepat. Jika beberapa sel tak berhenti membelah seperti sel-sel
lainnya, hasilnya akan mengerikan. Misalkan, jika sel-sel mata terus-menerus
membelah dan menggandakan diri setelah kelompok-kelompok sel lain berhenti,
mata akan tersesak dalam rongganya dan pecah.
Setelah membahas tentang
trilyunan sel yang tiba-tiba menghentikan kegiatannya, ada hal lain yang pantas
diingat. Kanker adalah sebuah penyakit yang telah kita perangi selama puluhan
tahun dan masih belum dapat ditaklukkan; ini disebabkan oleh sebuah sel yang
terus-menerus membelah tanpa bisa dikendalikan. Contoh ini membuat kita dapat
lebih memahami keseimbangan teliti yang ada dalam tubuh.
Pada usia dewasa, hormon
pertumbuhan terus memberikan pengaruh pada beberapa sel khusus dan merangsang
sel-sel ini agar membelah dan menggandakan diri. Inilah satu lagi keajaiban
penciptaan yang bertujuan khusus. Pembelahan sel ini tidak lagi menyebabkan
pertumbuhan tubuh, namun untuk memperbaiki dan memperbaharui tubuh. Misalnya,
sel-sel kulit dan sel-sel darah merah terus-menerus membelah sehingga tubuh
kita mendapatkan 200 juta sel baru setiap menitnya.5 Sel-sel ini
menggantikan sel-sel lama dan rusak. Dengan cara ini, jumlah keseluruhan sel
tetap sama.
Hormon pertumbuhan
memiliki rancangan khusus yang menghasilkan sejumlah faktor yang dimanfaatkan
dalam pembelahan dan pertumbuhan sel. Untuk terjadinya pembelahan dan
pertumbuhan sel, terlebih dulu penting bahwa sel-sel itu memperbesar ukuran,
yang hanya mungkin terjadi melalui peningkatan jumlah protein. Oleh karena itu,
hormon pertumbuhan ini berfungsi khusus mempercepat produksi protein dalam sel.
Diketahui bahwa produksi
protein terjadi sebagai hasil suatu proses yang rumit. Para ilmuwan baru dapat
memahami sebagian unsur luar dalam proses ini setelah bertahun-tahun
penelitian. Untuk menghasilkan sebuah molekul bagi peningkatan kegiatan sistem
ini, penting sekali mengetahui semua seginya. Kenyataan bahwa hormon
pertumbuhan memiliki rancangan yang membuatnya mampu mempercepat produksi
protein adalah bukti bahwa sistem yang menghasilkan protein dan hormon
pertumbuhan ini diciptakan oleh Allah sehingga bekerja saling serasi dan
melaksanakan fungsi sesuai dengan perintahNya.
Hormon pertumbuhan bukan
saja memastikan percepatan sintesis protein, tetapi juga memastikan bahwa bahan
dasar dalam jumlah yang dibutuhkan bagi maksud itu masuk ke dalam sel. Bahan
utama yang dibutuhkan sintesis protein adalah asam-asam amino, senyawa-senyawa
penyusun protein. Seolah mengetahui informasi ini, hormon pertumbuhan merangsang
sel membran agar menerima lebih banyak asam amino.
Untuk mempercepat
sintesis protein, metabolisme sel harus dipercepat dan, hingga kini, hormon
pertumbuhan bekerjasama dengan hormon-hormon lainnya. Hormon tiroid yang
dilepaskan selama masa pertumbuhan mempercepat kegiatan metabolisme sel.
Agar semuanya terjadi,
satu hal sangat penting lainnya yang dibutuhkan adalah tenaga. Bahkan jika
semua sistem yang telah kita sebutkan sejauh ini sempurna, semua itu tak
berguna tanpa sumber tenaga. Tanpa tenaga, proses pertumbuhan tak dapat
terjadi. Tetapi, tubuh manusia telah direncanakan dengan sangat sempurna
sehingga kebutuhan ini juga telah tersedia. Selain semua fungsi rumit ini,
hormon pertumbuhan menjalankan satu lagi tugas yang amat penting. Hormon ini
memastikan pelepasan molekul lemak agar bercampur dengan darah. Dengan cara
ini, setiap molekul akan berfungsi sebagai sumber bahan bakar untuk memenuhi
kebutuhan sel akan tenaga.
Saat membaca tentang
kegiatan hormon pertumbuhan dalam tubuh, penting bagi kita mengingat bahwa yang
melakukan semuanya ini adalah molekul-molekul tak bernyawa yang terbentuk dari
gabungan beberapa atom yag tak bertangan, mata, atau otak. Menakjubkan bahwa
benda tak bernyawa dapat mengetahui kapan dan ke mana harus pergi dalam tubuh,
dan kapan, bagaimana, dan dengan cara apa merangsangnya. Atom-atom tak sadar
tak dapat menulis dan saling mengirimkan pesan, namun kejadian menakjubkan ini
terjadi ketika sejumlah molekul saling berinteraksi. Molekul-molekul itu segera
mengetahui apa yang harus dilakukan dan lalu melakukannya. Contohnya, saat
berinteraksi dengan hormon pertumbuhan, sejumlah molekul segera mulai membelah.
Yang lain memutuskan untuk menyerap lebih banyak asam amino. Dan untuk itu,
hanya perlu menanggapi hormon pertumbuhan. Bagaimanakah mungkin kegiatan yang
terjadi secara sadar dan teratur seperti ini berjalan tanpa henti dalam tubuh?
Pernyataan bahwa seluruh
keseimbangan yang mengagumkan ini terbentuk seiring dengan waktu oleh kerja
ketaksengajaan menguap di hadapan kenyataan dan logika ilmiah. Sebab, satu
kekurangan dapat menghancurkan seluruh sistem. Agar dapat bertahan hidup,
seluruh sistem dan seluruh organ suatu makhluk harus terbentuk sekaligus.
Setiap hal mengenai hormon pertumbuhan dan keseimbangan teliti yang terkait,
yang sejauh ini telah kita tinjau, menunjukkan kenyataan bahwa manusia
diciptakan dengan sempurna sebagai makhluk hidup yang lengkap. Tentang
kehebatan penciptaan, Allah menyatakan di dalam Al Qur’an:
“Dialah Allah Yang
menciptakan, Yang mengadakan, Yang membentuk rupa, Yang mempunyai nama-nama
yang paling baik. Bertasbih kepadaNya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah
Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS Al-Hasyr, 59: 24)
Hormon Prolaktin
Hormon ini dilepaskan
oleh kelenjar pituitari yang merangsang kelenjar susu dalam payudara perempuan
sehingga menghasilkan susu. Produksi susu ini dikendalikan oleh hipotalamus.
Bagaimanakah prolaktin menjalankan fungsi itu akan dijelaskan secara rinci
dalam ruas “Keajaiban ASI.”
Hormon Oksitosin
Hormon ini dihasilkan
oleh hipotalamus dan disimpan dalam kelenjar pituitari belakang. Saat
diperlukan, oksitosin dilepaskan oleh kelenjar pituitari ketika menerima
rangsangan syaraf dari hipotalamus. Fungsinya termasuk mengerutkan saluran
susu. Fungsi-fungsi lain oksitosin dalam pembentukan susu dijelaskan secara
rinci dalam “Keajaiban ASI.”
Selain
perannya dalam pembentukan susu, hormon oksitosin memiliki tugas lain. Hormon
ini memastikan terjadinya kerutan otot rahim saat persalinan sehingga
memperlancar proses persalinan. Saat persalinan, produksi oksitosin meningkat
cepat. Pada saat yang sama, otot rahim mengembangkan kepekaan terhadap hormon
oksitosin.6 Di
waktu proses persalinan, sebagian perempuan diberi suntikan oksitosin untuk
membantu mengatasi rasa sakit dan mempercepat proses itu.
Agar produksi oksitosin
wajar, sel-sel yang membentuk hipotalamus harus mengetahui semua unsur yang
terlibat dalam proses persalinan yang terjadi di tempat yang jauh darinya.
Sel-sel ini harus mengetahui bahwa persalinan adalah proses sulit dan bahwa
otot rahim harus dikerutkan agar menekan si bayi keluar. Selain itu, sel-sel
harus mengetahui bahwa diperlukan produksi kimiawi untuk mendorong kerutan
ketegangan otot rahim, dan harus mengetahui rumus kimia yang benar.
Dia Yang membuat rencana
produksi hormon oksitosin di dalam gen sel-sel hipotalamus, Yang menciptakan
bayi yang akan lahir ke dunia, ibunya, rahim sang ibu, dan sel-sel hipotalamus,
adalah Allah.
Kenyataan bahwa Allah
adalah penguasa segala sesuatu yang terjadi di langit dan bumi, dan bahwa
segala sesuatu terjadi dengan sepengetahuanNya diungkapkan di dalam Al Qur’an:
“Dan kepunyaanNyalah
siapa saja yang ada di langit dan di bumi; semuanya hanya kepadaNya tunduk. Dan
Dialah yang menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan
(menghidupkannya kembali) itu adalah lebih mudah bagiNya. Dan bagiNyalah sifat
yang Maha Tinggi di langit dan di bumi, dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha
Bijaksana.” (QS Ar-Rum, 30: 26-27)
Keajaiban ASI:
Kerja Hormon Prolaktin dan Oksitosin
Kebutuhan gizi bayi yang baru lahir sangat berbeda
dengan orang dewasa. Karena sistem kekebalan bayi lemah daripada orang dewasa,
diperlukan dukungan dari luar. Gizi ideal untuk memenuhi semua kebutuhan bayi
yang baru lahir adalah ASI. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang
mendapatkan ASI jauh lebih sehat dan tubuh mereka terbentuk lebih sempurna.7
Keajaiban
lain ASI adalah bahwa susu ini mengubah susunannya sesuai dengan perubahan
kebutuhan bayi di setiap tahap perkembangannya. Produsen raksasa makanan bayi
telah membelanjakan jutaan dolar bagi penelitian yang mencoba menentukan
campuran ideal bahan-bahan untuk pertumbuhan sehat bayi. Sejauh ini, mereka
belum berhasil menemukan campuran yang sempurna, namun telah mengetahui bahwa
khusus diperlukan untuk memenuhi kebutuhan bayi di setiap tahap
perkembangannya. Di dalam laboratorium-laboratorium yang dilengkapi dengan
teknologi termutakhir, banyak upaya telah dilakukan untuk menghasilkan makanan
bayi buatan yang mirip dengan susu ibu, namun belum ada gizi buatan
dikembangkan untuk menggantikannya.
Inilah keajaiban yang
sesungguhnya. Beberapa sel dalam payudara ibu menghitung semua kebutuhan bayi
yang baru lahir dari luar; yaitu, kebutuhan yang belum pernah dilihat atau
ditemuinya. Kemudian menghasilkan apa yang belum pernah berhasil dibuat oleh
para ilmuwan di laboratorium — ASI dengan campuran gizi yang sempurna. Namun,
sel-sel yang membentuk kelenjar susu dalam payudara ibu, sebagaimana sel-sel
lainnya, tidak sadar, tanpa kecerdasan; tetapi mampu memperkirakan rumus yang
dibutuhkan untuk menghasilkannya.
Bagaimanakah produksi ASI
dimulai dan dikendalikan? Sejumlah keajaiban penciptaan tersembunyi dalam
jawaban atas pertanyaan ini. Dalam produksi susu, sistem hormonal dan sistem syaraf
bekerja bersama dan produksi terjadi setelah perencanaan yang berdasarkan
pertukaran informasi
Hormon yang mengaktifkan
kelenjar susu dalam payudara ibu, sebagaimana dikemukakan, adalah hormon
prolaktin yang dilepaskan oleh kelenjar pituitari. Pada masa-masa awal
kehamilan, faktor-faktor tertentu menekan pelepasan prolaktin. Faktor-faktor
itu seperti kaki yang menekan rem sebuah mobil yang menuruni bukit. Mobil
cenderung menuruni bukit, namun saat remnya diinjak, mobil tak dapat bergerak.
Produksi susu dalam tubuh ibu terhenti.
Menghentikan produksi
prolaktin sangat penting, sebab saat bayi belum lahir, produksi susu ibu tak
dibutuhkan. Bagaimanakah rem ini bekerja, dan bagaimana pelepasan dicegah di
awal? Inilah keajaiban rancangan yang sesungguhnya. Hipotalamus dalam otak
melepaskan sebuah hormon yang mencegah produksi prolaktin. Hormon ini, dikenal
sebagai PIH (Prolactin Inhibiting Hormon —
hormon penekan prolaktin), memperlambat produksi prolaktin atau, dengan kata
lain, menjadi rem.
Siapakah yang memutuskan
untuk menggunakan rem? Estrogen, sebuah hormon yang dihasilkan semasa
kehamilan, memastikan bahwa rem digunakan dengan memproduksi PIH. Saat bayi
dilahirkan, jumlah estrogen yang dilepaskan berkurang, yang berarti juga
mengurangi jumlah PIH. Ini bagaikan kaki yang perlahan-lahan melepaskan rem dan
lalu mobil bergerak menuruni bukit. Dengan cara ini, produksi prolaktin
perlahan-lahan dimulai dan mengaktifkan kelenjar susu untuk menghasilkan susu.
Di sinilah kita melihat
keajaiban penciptaan yang sesungguhnya. Karena rancangan seperti inilah,
produksi susu dicegah di bulan-bulan pertama kehamilan. Pikirkan secara seksama
keseluruhan sistem ini:
1.
Dari mana sel-sel kelenjar pituitari yang
menghasilkan prolaktin mengetahui tentang kelenjar susu? Dengan kecerdasan
sadar apa sel-sel dapat memberikan perintah kepada sel-sel penghasil susu agar
membuat susu?
2.
Bagaimanakah hormon-hormon yang mencegah
produksi prolaktin sebelum persalinan mengetahui bahwa saatnya belum tiba untuk
menghasilkan susu?
3.
Bagaimanakah hormon-hormon ini mengetahui
bahwa prolaktin menyebabkan produksi susu dan bahwa, untuk mencegah produksi
susu, produksi prolaktin harus ditekan?
Masih juga, sebuah sistem
lain merangsang produksi ASI pada saat yang tepat; sistem ini menjadi bukti yang
memperlihatkan bagaimana tubuh manusia diciptakan dengan sengaja.
Saat bayi mengisap susu,
sel-sel syaraf di payudara ibu mengirim rangsangan syaraf ke hipotalamus.
Rangsangan ini mempengaruhi dan memastikan hipotalamus agar membuang rem bagi
prolaktin. Lewat cara ini, produksi prolaktin meningkat dan kelenjar susu
dirangsang agar menghasilkan susu
Sejak
persalinan, reseptor tertentu dirancang di payudara ibu untuk mengenali refleks
isapan bayi. Indra reseptor ini terhubung lewat jalur-jalur neuron — mirip
kabel-kabel listrik di sebuah bangunan — ke organ lain yang jauh, yaitu, daerah
hipotalamus di dalam otak. Jadi, sebuah sistem khusus telah diciptakan untuk
mengabari hipotalamus bahwa refleks isapan bayi telah bekerja. Namun, dari tak
terhitung kemungkinan di dalam tubuh manusia yang terdiri dari daging dan
tulang, isyarat-isyarat syaraf ini bergerak ke arah yang tepat. Isyarat-isyarat
tak terhubung secara kebetulan ke pusat penglihatan di otak, lambung, atau
usus; isyarat-isyarat ini terhubung ke tempat yang benar-benar tepat:
hipotalamus.
Saat menerima
isyarat-isyarat listrik itu, sel-sel hipotalamus memulai pekerjaan yang
dibutuhkan demi menghasilkan ASI. Namun, sel-sel ini tak berkecerdasan atau
kesadaran sendiri. Sel-sel ini tak mungkin mengetahui
bahwa isyarat-isyarat itu datang dari payudara ibu atau bahwa sel-sel ini
telah dikabari tentang refleks isapan bayi dan, oleh karena itu, bahwa ASI
harus dilepaskan; sel-sel ini tak mungkin mengetahui
bahwa sebuah fungsi penting dalam produksi ASI telah diserahkan kepada sel-sel
ini, atau bahwa sel-sel ini harus meningkatkan produksi prolaktin untuk
mengaktifkan kelenjar susu. Jadi, apakah yang menyebabkan sel-sel tak sadar ini
terlibat kegiatan tak sadar ini?
Siapakah yang meletakkan
reseptor dalam payudara ibu?
Siapakah yang menyediakan
kabel untuk membawa isyarat-isyarat yang dikirim oleh reseptor-reseptor itu?
Siapakah yang melekatkan
ujung-ujung kabel itu ke hipotalamus?
Siapakah yang mengajari
sel-sel hipotalamus agar merangsang kelenjar pituitari saat isyarat-isyarat
tersebut datang?
Siapakah yang menuliskan
rumus untuk mengaktifkan kelenjar susu di dalam sel-sel penyusun kelenjar
pituitari?
Siapakah yang menciptakan
sistem peredaran untuk memastikan bahwa hormon ini mencapai payudara ibu dari
kelenjar pituitari di dalam otak?
Siapakah yang menciptakan
sel-sel payudara sedemikian sehingga bekerja saat hormon tiba?
Siapakah yang mengajarkan
sel-sel payudara rumus unik ASI, sebuah rumus yang bahkan para ilmuwan belum
dapat menirunya?
Hanya ada satu jawaban
untuk semua pertanyaan ini: Allah Yang Maha Besar, Tuhan semesta alam.
Seiring dengan
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, orang mampu mempelajari tubuh
manusia dengan lebih teliti. Kemampuan ini mengungkapkan derajat kecerdasan dan
perencanaan yang digunakan dalam penciptaan tubuh manusia dan mengungkapkan
kehebatan penciptaan Allah.
Bagi yang menolak
keberadaan Allah, sebagaimana biasa, ada sebuah khayalan yang mereka gunakan
sebagai naungan — waktu dan kebetulan.
Mereka ini hanya menerima
kebetulan dan hasil kerja hukum alam sebagai asal-muasal rencana dan keindahan
yang ditampilkan oleh makhluk hidup dan alam semesta secara keseluruhan. Namun,
apa yang telah kita jelaskan di atas secara sepintas tentang ASI cukup untuk
memperlihatkan betapa tanpa maknanya pernyataan tersebut.
Secara ilmiah, tak
mungkin satu saja dari ribuan unsur berbeda dalam sistem ini, misalnya,
payudara, kelenjar pituitari, seutas syaraf, atau sebuah sel di hipotalamus,
atau bahkan sebuah hormon, dapat terbentuk lewat evolusi. Sangat penting bahwa setiap unsur dalam sistem ini, bersama
dengan sistem-sistem pendukung yang dibutuhkan demi memastikan manusia bertahan
hidup (misalnya, sistem peredaran dan pernapasan), terbentuk sekaligus dan di
tempat unsur itu dibutuhkan untuk menjalankan fungsinya yang khusus. Hanya satu
penjelasan yang mungkin: sistem ini diciptakan oleh Allah.
Bukti lain penciptaan
dalam keajaiban ASI adalah hormon oksitosin.
Sebelumnya, kami telah
menjelaskan rancangan sempurna dalam produksi susu ibu. Tetapi, ada satu
masalah: produksi susu oleh kelenjar susu saja belum cukup. Dengan kekuatannya
sendiri, bayi tak dapat mengisap susu dari puting semudah minum dari botol;
susu harus bergerak dari kelenjar susu ke puting. Jika tidak, sistem yang telah
kami jelaskan sejauh ini tak akan berguna; susu ibu dari kelenjar susu tidak
akan mencapai puting dan bayi yang baru lahir tak akan mendapatkan makanan
apapun. Maka, bagaimana mungkin susu dapat mencapai puting dan bayi?
Manusia, yang tak
terhitung jumlahnya sepanjang sejarah, yang telah disusui dengan ASI — termasuk
diri kita —berutang budi pada hormon oksitosin.
Hormon ini memastikan
terjadinya kerutan otot di sekitar saluran susu, menggerakkan susu dari
kelenjar susu ke puting yang mudah dicapai oleh bayi saat disusui.
Baiklah. Bagaimanakah
sel-sel yang menghasilkan hormon oksitosin mengetahui bahwa susu harus mencapai
puting ibu sebelum dapat diisap, dan bahwa jika tidak demikian, bayi tak akan
mendapat makanan? Bahkan seandainya mengetahui hal ini, bagaimana sel-sel itu
mengetahui cara tepat untuk membuat sel-sel dalam saluran susu mengerut?
Inilah
pertanyaan-pertanyaan yang harus diajukan oleh siapa pun yang ingin mengetahui
lebih banyak kehebatan sistem ini. Kecerdasan sadar yang ditunjukkan oleh setiap
sel di dalam tubuh manusia menjadi saksi ilmu abadi Allah Yang menciptakan
segenap sel dari ketiadaan. Di dalam Al Qur’an, Allah mengungkapkan bahwa Dia
Sendirilah yang memerintah segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi.
Dia mengatur urusan dari
langit ke bumi… (QS As-Sajdah, 32: 5)
Sistem yang Mengatur
Jumlah Cairan di dalam Darah:
Hormon Antidiuretik
Tahukah Anda, berapa
banyak cairan yang harus ada di dalam tubuh Anda agar Anda sehat? Dapatkah Anda
menghitung berapa gram cairan yang Anda dapat dari makanan yang Anda makan dan
cairan yang Anda minum setiap harinya? Atau, dapatkah Anda menentukan berapa
banyak dari cairan ini yang harus dikeluarkan dari dalam tubuh dalam jangka
waktu yang sama? Dapatkah Anda menentukan berapa gram cairan yang ada dalam
darah Anda setiap detiknya dalam sehari, atau kadar air dalam jaringan tubuh
Anda, atau tekanan darah Anda?
Jika tugas menghitung
angka-angka itu diberikan kepada setiap manusia, kita semua akan harus
mencurahkan seluruh waktu untuk pekerjaan ini. Perhitungan-perhitungan ni
sangat penting karena tubuh manusia harus dihindarkan dari terlalu banyak
kehilangan cairan. Jika cairan tubuh yang hilang mencapai sekitar 10 persen
kadarnya yang normal, maka akan berakibat kematian.
Tetapi, seseorang tak perlu
mengukur jumlah cairan tubuhnya sendiri karena tubuhnya telah memiliki suatu
sistem yang mengatur dan menentukan kadar cairan. Jika mengamati sistem ini
secara rinci, Anda akan menemukan keajaiban teknik dan perencanaan yang
menakjubkan.
Kehilangan cairan tubuh
disebabkan berkeringat atau tak meminum cukup air. Jika tidak ada sistem khusus
di dalam tubuh kita, tak peduli betapa rendahnya kekentalan cairan tubuh
menurun, Anda tak akan menyadarinya dan akhirnya mati. Bagaimanakah penurunan
jumlah cairan darah ini diketahui dan dengan cara-cara apa keadaan itu
dipulihkan?
Ada indra-indra khusus di
daerah hipotalamus di otak yang disebut osmoreseptor. Indra ini mengukur jumlah
cairan di dalam darah Anda setiap saat sepanjang hidup. Jika menganggap bahwa jumlah
cairan di dalam darah turun, osmoreseptor segera bertindak.
Jika kita mengganti salah
satu reseptor di hipotalamus ini dengan seorang manusia, orang ini harus
mengukur jumlah cairan di dalam darah selama 24 jam tanpa lelah dan tidur
seumur hidupnya. Tentunya, tak mungkin seorang manusia mengemban tugas seperti
itu, namun sekelompok sel mengabdikan seluruh hidupnya untuk menghitung jumlah
cairan di dalam darah. Hal ini menunjukkan bahwa kelompok sel ini menjalankan
fungsi yang telah diserahkan kepadanya. Hipotalamus melakukan pekerjaannya
dalam pengawasan Allah.
Mari kita andaikan bahwa
jumlah cairan di dalam darah turun. Dalam keadaan seperti ini, apa yang harus
dilakukan orang yang menggantikan salah satu sel reseptor ini? Jika tak meminum
cairan, bagaimana Anda dapat menaikkan jumlah cairan di dalam darah?
Jika belum pernah belajar
biologi, mungkin tak terpikir oleh Anda untuk memurnikan molekul-molekul air
dalam air seni dan mengirimnya kembali ke dalam darah. Bahkan, sekalipun
gagasan itu muncul di benak Anda, Anda tak akan mengetahui bagaimana
melakukannya.
Pada saat sel-sel sensor
hipotalamus mendeteksi turunnya kadar cairan darah, reaksinya sangat cerdas. Ia
menggunakan sebuah hormon kurir (penyampai pesan) yang sangat khusus (hormon
antidiuretik, ADH) yang tersimpan dalam kelenjar pituitari. Pesan ini tertulis
dalam sel-sel yang mengelilingi jutaan tabung renik dalam ginjal. Pesan
dikirimkan kepada sel-sel ini, memerintahkan sel-sel agar menyimpan
molekul-molekul air dalam air seni.
Pada saat ini, sejumlah
pertanyaan bermunculan: bagaimana sel-sel yang terletak di dalam kelenjar
pituitari ini berkecerdasan untuk mengirimkan perintah kepada sel-sel ginjal
yang jauh letaknya dan belum pernah dikunjungi? Bagaimanakah sel-sel dapat
menulis pesan yang akan dipahami dan dipatuhi sel-sel ginjal?
Berkat sistem komunikasi
ini, sel-sel ginjal menyaring sejumlah besar molekul air di dalam air seni dan
mencampurnya lagi dengan darah. Akibatnya, jumlah air seni berkurang dan cairan
dalam tubuh kembali ke kadar tertentu.
Dalam hal kita meminum
terlalu banyak air, prosedur kebalikannya terjadi. Saat kadar cairan di dalam
darah meningkat, indra-indra di hipotalamus memperlambat pelepasan hormon ADH.
Saat itulah penyerapan cairan di ginjal menurun. Jumlah air seni meningkat dan
jumlah cairan di dalam darah tetap seimbang.
Salah satu sifat hormon
ADH adalah kemampuannya mengerutkan pembuluh darah sehingga menyebabkan
kenaikan tekanan darah. Inilah sistem jaminan keamanan yang dirancang sangat
baik dan satu lagi bukti nyata bahwa manusia diciptakan secara khusus. Agar
sistem pengamanan ini berfungsi, sebuah rencana yang menyeluruh telah
dijalankan. Di serambi atas jantung dan dalam pembuluh vena yang menuju
jantung, peranti-peranti khusus telah diletakkan untuk mengukur tekanan darah.
Kabel-kabel (syaraf) peranti-peranti ini terhubung ke kelenjar pituitari. Saat
tekanan darah normal, peranti ini terangsang dan terus-menerus mengirimkan
isyarat-isyarat listrik ke kelenjar pituitari untuk mencegah pelepasan hormon ADH.8
Sistem ini mirip sistem
alarm yang bersinar inframerah. Jika seorang pencuri tanpa sadar menghalangi
salah satu bilah sinar ini, hubungan antara sumber dan penerima cahaya terputus
dan alarm pun berbunyi.
Sebagaimana dalam contoh
ini, saat pituitari menerima isyarat dari reseptor-reseptor di jantung dan
pembuluh vena, artinya semuanya baik-baik saja.
Pada kasus perdarahan
hebat, seseorang kehilangan banyak darah, dan jumlah darah dalam vena menurun.
Sebagai akibatnya, tekanan darah menurun, satu keadaan yang berbahaya.
Saat
tekanan darah turun, isyarat yang dikirimkan ke kelenjar pituitari dari
reseptor di jantung dan pembuluh vena terputus, menyebabkan kelenjar pituitari
dalam keadaan siaga dan melepaskan hormon ADH. Hormon ADH segera membuat otot
di sekitar pembuluh vena mengerut sehingga menaikkan tekanan darah. Untuk
memahami sistem yang sangat rumit, saling berhubungan, dan bersegi banyak ini,
diperlukan sejumlah rincian.
1.
Bagaimanakah sel-sel hipotalamus, yang
menghasilkan hormon ADH, mengetahui susunan sel-sel yang mengelilingi pembuluh
vena, sel-sel yang terletak jauh darinya?
2.
Bagaimanakah sel-sel itu mengetahui bahwa
otot-otot ini harus mengerut agar tekanan darah meningkat?
3.
Bagaimanakah sel-sel ini dapat menghasilkan
zat-zat kimia agar pengerutan itu terjadi?
Dari manakah asalnya
“kabel penyalur” syaraf di dalam jaringan komunikasi antara jantung dan
kelenjar pituitari yang menghasilkan sistem alarm sempurna ini?
Tentunya, di sini kita
memiliki rancangan yang sesungguhnya, yang menunjukkan manusia tak muncul dari
kegiatan tak sadar yang melibatkan kebetulan, namun hasil sebuah tindakan
penciptaan yang sempurna. Pernyataan para evolusionis bahwa sistem komunikasi
dan alarm tubuh adalah hasil kebetulan dan kebutuhan, bahwa sel-sel itu membuat,
merancang dan merakit sendiri sistem ini, bertentangan dengan akal sehat.
Pernyataan seperti itu bagai mengatakan bahwa setumpuk semen, batu bata, dan
kabel listrik diletakkan di sebidang tanah dan tiga kali badai terjadi: setelah
badai pertama, bahan-bahan bangunan ini membentuk gedung pencakar langit;
setelah yang kedua, bahan-bahan itu melengkapi pencakar langitnya dengan sistem
listrik; dan setelah yang ketiga, memasang sistem keamanan di dalam bangunan
itu. Tak seorang pun dengan pikiran sehat akan menerima pernyataan yang begitu
tak masuk akal. Tetapi, kaum evolusionis membuat pernyatan-pernyataan yang
bahkan lebih tidak masuk akal. Kaum evolusionis, yang secara taklid bertahan
untuk tidak menerima keberadaan Allah, membela teori evolusi tanpa memikirkan
betapa penolakan mereka bertentangan dengan akal sehat.
Tetapi, sangat terbukti
bahwa Allah itu ada dan bahwa Ia telah menciptakan segala sesuatu di langit dan
bumi menurut sebuah rancangan yang sempurna:
… bahkan apa yang ada di
langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah; semua tunduk kepadaNya. Allah
Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu,
maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: "Jadilah!" Lalu
jadilah ia. (QS Al-Baqarah, 2: 116-117)
Hormon-Hormon yang dapat Mengatur Waktu
dan Menghasilkan Perbedaan di antara Kedua
Jenis Kelamin
Kita semua memiliki jam
biologis dalam diri kita—ini menyatakan bahwa terdapat sejumlah jam renik
(mikroskopik) di berbagai bagian tubuh kita yang disetel untuk mengatur waktu.
Salah satu jam renik ini ada di daerah hipotalamus di dalam otak.9
Antara masa anak-anak dan
dewasa, manusia melalui masa remaja, saat tubuh mengalami berbagai perubahan
tertentu. Para gadis memasuki kedewasaan antara umur 8 dan 14 tahun; para
pemuda antara 10 dan 16 tahun.
Jam yang tak pernah salah
ini telah diletakkan dalam tubuh tak terhitung manusia yang telah diciptakan
hingga hari ini. Bagaimanakah jam ini dapat memahami tanpa salah bahwa
seseorang telah mencapai usia remaja?
Salah
satu daerah hipotalamus di otak telah menunggu selama bertahun-tahun sejak saat
hari kelahiran untuk menjalankan fungsi yang sangat khusus ini. Pada waktu yang
tepat, yakni, saat tibanya perubahan dari anak-anak ke dewasa, sebuah jam weker
berbunyi di hipotalamus. Ini menandakan bahwa hipotalamus harus memulai sebuah
tugas baru.
Sebenarnya, para ilmuwan
menggunakan perbandingan dengan jam untuk menggambarkan proses ini dengan cara
yang lebih mudah dimengerti. Tentunya, tiada jam di hipotalamus, namun
membandingkannya dengan jam adalah cara terbaik untuk menggambarkan bagaimana
sel-sel telah menunggu bertahun-tahun agar dapat bertindak di saat yang tepat.
Bagaimanakah sel-sel yang
membentuk hipotalamus mengetahui bahwa waktu yang tepat telah tiba? Dunia ilmu
pengetahuan belum dapat menjelaskan bagaimana sepotong kecil daging dapat
bertindak begitu penuh kesadaran dan terprogram.10 Sangat mungkin
bahwa rincian sistem ini akan dapat dipahami seiring dengan waktu, dan pada
saat telah dimengerti, sistem ini akan memberikan lagi bukti akan kesempurnaan
ciptaan Allah.
Dengan membunyikan alarm,
hipotalamus melepaskan hormon GnRH khusus. Hormon ini mengirimkan perintah ke
kelenjar pituitari untuk menghasilkan dua hormon: hormon perangsang folikel
(FSH) dan hormon Luteinizing (LH).
Kedua hormon ini
berfungsi sangat khusus dan berkemampuan menakjubkan. Keduanya memulai proses
pembedaan dan perkembangan fisik tubuh laki-laki dan perempuan. Hormon FSH dan
LH telah dirancang untuk bertugas di daerah tempat perubahan akan terjadi dan
bekerja seolah-olah mengetahui dengan baik apa yang harus dilakukan.
Di dalam tubuh perempuan,
homon FSH menyebabkan pematangan dan perkembangan telur di indung telur dan
memastikan pelepasan hormon estrogen yang sangat penting di daerah ini.
Hormon FSH dilepaskan di
dalam tubuh laki-laki berdasarkan rumus yang sama, namun akibat yang
dihasilkannya benar-benar berbeda; hormon ini merangsang sel-sel di dalam zakar
dan mengawali produksi sperma.
Di dalam tubuh perempuan,
hormon LH memastikan bahwa telur yang mulai dewasa dilepaskan dan bahwa sebuah
hormon lain yang disebut progesteron dilepaskan.
LH melakukan berbagai
fungsi di dalam tubuh laki-laki. Hormon ini merangsang sekelompok sel tertentu
di dalam zakar yang disebut sel-sel leydig dan memastikan terjadinya pelepasan
testosteron.
Menarik
sekali membayangkan semua hormon ini dihasilkan dengan rumus yang sama di dalam
tubuh kedua jenis kelamin, namun memberikan akibat yang benar-benar berbeda.
Bagaimanakah hormon-hormon ini mengetahui perbedaan tubuh laki-laki dan
perempuan? Bagaimanakah mungkin suatu hormon yang yang terbentuk dari rumus
yang sama menyebabkan pembentukan testosteron pada laki-laki dan progesteron
pada perempuan? Bagaimanakah mungkin hormon dengan rumus yang sama, di satu
sisi mengenali tubuh laki-laki dan memastikan pembentukan suara dan susunan
otot laki-laki, dan di sisi lain, mengetahui susunan kimiawi dan ciri-ciri
khusus tubuh perempuan dan membuat perubahan yang sesuai? Siapakah yang
meletakkan program genetis yang hebat ini di dalam sel sehingga suatu hormon
berakibat berbeda dan menyebabkan pembentukan jenis kelamin yang berlainan?
Siapakah yang
berkecerdasan sampai merumuskan rencana seperti ini? Apakah peristiwa kebetulan
berkecerdasan seperti ini? Apakah sel-sel yang tak sadar memilikinya? Atau,
apakah atom-atom pembentuk sel-sel ini memilikinya?
Buktinya nyata bahwa
kecerdasan ini tak terjadi karena kebetulan, sel-sel, atau atom-atom yang
membentuk sel. Perkembangan ini diatur sesuai dengan kekhususan laki-laki dan
perempuan dan menunjukkan kepada kita adanya rancangan dan rencana yang
disengaja.



0 komentar:
Posting Komentar