KELENJAR ADRENAL
Hampir semua orang
mengetahui bahwa ada dua ginjal dan bahwa keduanya sangat penting, tetapi
kebanyakan orang tak mengetahui bahwa ada dua potong jaringan kecil yang
beratnya masing-masing 5-6
gram di atas kedua ginjal yang juga amat penting.
Saat kita mengamati
kelenjar-kelenjar ini, yang dikenal dengan nama kelenjar adrenal, masing-masing
adalah sebuah laboratorium yang terpisah. Yang pertama adalah bagian luar
kelenjar adrenal (korteks adarenal), yang menghasilkan tiga hormon; yang kedua
adalah bagian dalam kelenjar adrenal (medulla adrenal), yang menghasilkan dua hormon.
Hormon-hormon yang dihasilkan oleh kedua kelenjar ini sangat penting sehingga
pelepasan terlalu banyak atau terlalu sedikit hormon-hormon itu akan
menyebabkan kematian.22
Sistem Pertahanan Diri
Sebagian orang berutang
nyawa pada suatu hormon ajaib bernama adrenalin: saat orang-orang ini dalam
bahaya, cairan ini membuat mereka lebih kuat, lebih cekatan, lebih cepat, dan
lebih siaga. Hormon ini bahkan menggandakan kemampuan fisik seolah-olah
orang-orang itu telah meminum ramuan amat mujarab untuk memberi mereka
kekuatan. Misalnya, seorang pilot menyadari kerusakan mesin di pesawatnya saat
terbang. Setelah kerusakan mesin, yang mengancam akan menjatuhkan pesawatnya,
si pilot berjiwa pahlawan ini mendaratkan pesawatnya dengan aman di bandara,
menyelamatkan nyawa ratusan penumpang. Tetapi, ada suatu hal yang sangat
penting yang biasanya dilupakan wartawan: yang menyelamatkan nyawa pilot dan
para penumpang adalah cairan hebat tersebut di atas.
Cairan ini mengirimkan
tanda bahaya ke sel-sel otak si pilot, menyebabkan lebih banyak darah dan gula
dikirimkan ke otak dan membuatnya lebih siaga. Pada saat yang sama, cairan ini
meningkatkan detak jantung dan tekanan darah, sehingga ia mampu bergerak lebih
cepat dan lebih siaga. Daya tampung sistem pernapasannya naik sehingga ia mampu
menggunakan lebih banyak oksigen (dan lebih banyak darah yang dapat mengalir ke
sel-sel otak dan ototnya). Otot dan anggota badannya menjadi lebih sangat
terpusat dan peningkatan kadar gula darahnya memberinya tenaga tambahan yang
dibutuhkannya.
Adrenalin (epinefrin)
dihasilkan dan disimpan dalam medulla adrenal — bagian dalam kelenjar adrenal.
Setiap orang memiliki hormon ini di dalam dirinya sepanjang hidupnya; Anda
memilikinya di dalam diri Anda saat ini. Jika dibutuhkan, kelenjar adrenal akan
menghasilkannya sehingga Anda dapat menjadi lebih kuat, lebih cepat, dan jauh
lebih siaga. Jika dalam bahaya, Anda akan diberikan kekuatan sekitar dua kali
lipat biasanya sehingga dapat melawan sumber bahaya (atau melarikan diri
darinya) untuk menyelamatkan hidup Anda.
Meskipun merupakan salah
satu hormon penting, anehnya kadar adrenalin di dalam aliran darah sangat kecil
daripada kerja yang dilakukannya. Telah dihitung bahwa, misalnya, jika jumlah
darah dalam tubuh kita setara dengan sebuah danau bergaris tengah 100 meter dan kedalaman
dua meter, adrenalin di dalam darah kita akan sama dengan sesendok teh cairan
yang dituangkan ke dalam danau.23
Pengaruh kuat sedikit
saja cairan ini di dalam tubuh manusia adalah hasil rancangan yang menakjubkan.
Saat memandang sistem fungsi hormon adrenalin, kita dapat memahami lebih nyata
kesempurnaan ciptaan Allah.
Kebutuhan fisik orang
biasa tentunya tak akan sama dengan orang yang sedang dalam bahaya. Bayangkan
kebutuhan orang yang menghadapi sebuah keadaan berbahaya: ia harus cepat,
ototnya harus bekerja lebih cepat, tekanan darahnya harus meningkat, dan
jantungnya harus berpacu lebih cepat. Maka, ia akan mampu berlari lebih cepat,
melarikan diri lebih cepat, atau berkelahi lebih kuat melawan bahaya. Bagaimanakah
ini terjadi?
Saat ada bahaya, tombol
peringatan di dalam tubuh ditekan, dan otak mengirimkan perintah secepat kilat
ke kelenjar adrenal. Sel-sel di bagian dalam kelenjar adrenal lalu beralih ke
keadaan siaga dan melepaskan hormon adrenalin untuk menghadapi keadaan darurat.
Molekul-molekul adrenalin bercampur dengan darah dan menyebar ke seluruh bagian
tubuh.
Molekul-molekul adrenalin memiliki fungsi khusus
dalam pembuluh vena dan arteri yang memastikan bahwa organ-organ penting
menerima lebih banyak aliran darah di saat bahaya, dan karena itu,
molekul-molekul ini melebarkan pembuluh darah menuju jantung, otak, dan otot.
Sel-sel yang mengelilingi pembuluh mematuhi adrenalin dan mengalirkan lebih
banyak darah yang dibutuhkan jantung. Dengan cara ini, darah tambahan yang
dibutuhkan oleh otak, otot, dan jantung dapat dipasok.24
Sambil melebarkan
pembuluh darah ke jantung, otak, dan otot, adrenalin menyempitkan pembuluh yang
mengalir ke hati dan kulit untuk memastikan adanya bantuan tambahan yang
dibutuhkan tubuh. Ada satu alasan lagi bagi penurunan jumlah darah yang
dipompakan ke kulit: dalam hal kemungkinan luka, jumlah darah yang hilang dapat
dikurangi. Karena itu, penyebab pucatnya kulit jika kegemparan yang berlebihan
adalah karena jumlah darah yang dipompa ke kulit lebih sedikit.25
Kesalahan tak pernah
terjadi yang melebarkan pembuluh ke jantung (atau otak) yang menyempitkan
pembuluh ke hati (atau kulit); molekul adrenalin mengetahui apa yang harus
dilakukan. Hormon kecil renik ini mengatur garis tengah ratusan pembuluh darah
di dalam tubuh Anda ke mana darah harus diarahkan.
Bagi setiap organ tubuh,
kerja adrenalin berbeda; ketika menuju pembuluh darah, molekul adrenalin
menyebabkan pembuluh melebar; ketika menuju jantung, molekul mempercepat penegangan
sel-sel jantung. Ini membuat jantung berdetak lebih cepat dan menyalurkan
tenaga tambahan yang dibutuhkan otot.
Ketika molekul adrenalin
mencapai sel-sel otot, otot dapat menegang jauh lebih kuat. Molekul adrenalin
yang masuk ke hati memerintahkan sel-sel yang ada di sana agar mencampur gula
dengan darah. Ini menyebabkan jumlah gula darah meningkat dan mengalirkan bahan
bakar tambahan yang dibutuhkan otot.
Kegiatan hormon adrenalin
di dalam tubuh ini membutuhkan kecerdasan, pengetahuan, dan keahlian tinggi.
Molekul kecil ini mengetahui apa yang harus dilakukan dan kapan; ketika tubuh
tak memerlukannya, tanda bahaya tak pernah dibunyikan. Selain itu, molekul
adrenalin sangat memahami ke sel mana harus menuju, dan perintah seperti apa
harus diberikan. Lebih-lebih, hal ini menunjukkan bahwa molekul adrenalin
sangat akrab dengan sel-sel, organ-organ beserta fungsi-fungsinya, dan tak
pernah membuat kesalahan seperti kapan tubuh harus keluar dari keadaan darurat.
Jika membuat kesalahan
seperti itu, tubuh akan rusak dan tak dapat diperbaiki. Tetapi, molekul kecil
ini berfungsi dengan kesadaran tajam akan tanggung jawabnya. Bagaimanakah
mungkin cairan tak bernyawa dan tak sadar, tanpa otak, mata, atau pengetahuan
dan terbentuk dari gabungan atom-atom yang terlalu kecil untuk dilihat mata
dapat bertindak dengan cara yang amat cerdas, teratur, dan terjadwal?
Ini jelas menunjukkan
bahwa setiap molekul dalam tubuh kita diciptakan oleh Allah dan bahwa,
sepanjang hidup kita, setiap kegiatan dikendalikan oleh kekuatan, kehendak, dan
perintah Allah. Setelah memahami bagaimana tubuh bekerja secara rinci, tak
seorang pun yang berakal dapat menyatakan bahwa makhluk hidup, sel, hormon,
molekul atau atom, adalah hasil sebuah kebetulan yang tak bertujuan.
Keperkasaan, kekuatan, serta pengetahuan cerdas dan hebat Allah, yang
disaksikan oleh penciptaan, terwujud di setiap tempat dan setiap saat.
Sebagaimana dikatakan Al Qur’an:
“Kepunyaan Allah-lah apa
yang di langit dan apa yang di bumi, dan adalah (pengetahuan) Allah Maha Meliputi
segala sesuatu.” (QS An-Nisa, 4: 126)
10 Juta Manusia dan 1 Gram Hormon Aldosteron
Untuk bertahan hidup, tak
terhitung keseimbangan harus setiap saat dipertahankan di dalam tubuh Anda.
Sebagai orang yang menjalani hidup kesehariannya, manusia tak menyadari satu
pun keseimbangan itu. Misalnya, detik ini, berbagai sistem mengatur tekanan
darah Anda. Hormon “aldosteron” yang dihasilkan kelenjar adrenal bertugas
mencegah penurunan tekanan darah Anda dan mengatur keseimbangan natrium di
dalam tubuh Anda.
Di dalam tubuh Anda, ada
sedikitnya satu per sepuluh juta gram aldosteron. Penelitian menunjukkan bahwa
dari 1 ton kelenjar adrenal, hanya 10 mg aldosteron dilepaskan.26
Untuk mendapatkan 1 gram
aldosteron, kita harus mengumpulkan aldosteron yang dilepaskan oleh kelenjar
adrenal 10 juta orang. Tubuh manusia diciptakan dalam keseimbangan yang amat
teliti sehingga kekurangan sedikit saja hormon ini dapat menyebabkan kematian.
Sebagaimana dijelaskan di
atas, aldosteron berfungsi ganda: meningkatkan kadar natrium (Na+)
di dalam darah, dan meningkatkan tekanan darah. Keduanya saling berhubungan
erat dan aldosteron adalah larutan yang dirancang cermat untuk memenuhi kedua
kebutuhan ini sekaligus. Jika jumlah natrium di dalam darah meningkat, kadar
cairan di dalam darah juga meningkat. Ini disebabkan molekul-molekul air
berkecenderungan bergerak ke arah di mana banyak natrium.
Di sini, kita melihat
kehebatan rancangan aldosteron. Di satu sisi, hormon ini meningkatkan jumlah
natrium; di sisi lain, menggunakan kemampuan natrium menyerap cairan. Saat
kadar natrium di dalam darah menurun, aldosteron memperingatkan sel-sel di
tabung-tabung kecil di ginjal. Sel-sel ini menangkap ion natrium di dalam air
seni dan menyerapnya. Ini menyebabkan ion natrium memasuki sel-sel yang
membentuk tabung-tabung itu, dan dari sana kembali dilepaskan ke dalam darah.
Lewat cara ini, jumlah
natrium ditingkatkan, keseimbangan ion dipertahankan, jumlah cairan di dalam
darah ditingkatkan, dan tekanan darah dikembalikan ke tingkat yang wajar.
Ketika ion natrium dalam tabung-tabung kecil di ginjal dipulihkan, ion kalium
(K+) dilepaskan dari darah ke air seni karena kadar natrium dan
kalium di dalam darah harus di tingkat yang amat tertentu. Kadar mineral sangat
penting untuk memastikan keseimbangan asam-basa cairan di dalam dan di luar
sel, dan supaya sistem syaraf dapat berfungsi tepat.
Aldosteron dihasilkan di
bagian luar kelenjar adrenal. Sel-sel di bagian ini tak pernah melihat sel-sel
ginjal (dan tak ada peluang kedua kelompok bertemu). Bagaimanakah sel-sel ini
mengetahui cara menghasilkan hormon yang tepat untuk penyerapan kembali natrium
dan pelepasan kalium? Bagaimanakah kelenjar adrenal mengetahui bagaimana
menyeimbangkan elektrolit dan melepaskan kalium? Kebanyakan orang tak menyadari
bahwa ion-ion ini ada dalam tubuh mereka.
Setiap sel di dalam tubuh
manusia diciptakan untuk memenuhi fungsi khusus; sel diberi kemampuan khusus
dan diletakkan di tempat menjalankan fungsinya. Pendeknya, seorang manusia
diciptakan, dan setiap ciri tubuhnya menjadi bukti penciptaan.
“Yang kepunyaanNya-lah
kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu
bagiNya dalam kekuasaan(Nya). Dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia
menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya.” (QS Al-Furqan, 25: 2)
Sebuah Perencanaan yang Tanpa Cela
Sistem berikutnya yang
akan kita amati merupakan keajaiban perencanaan dan rancangan. Sambil menelaah
cara kerja sistem ini, kita harus bertanya, “Dapatkah sistem ini terbentuk
sebagai hasil ketaksengajaan yang tak sadar?”
Pertanyaan ini penting
karena waktu, kebetulan, dan hasil-hasil hukum alam adalah alasan-alasan yang
ditawarkan oleh dusta terburuk sepanjang zaman atas penolakannya terhadap
keberadaan Allah; teori evolusi mendasarkan penjelasannya tentang perkembangan
makhluk hidup di atas landasan ini.
Tipuan evolusi mengatakan
bahwa manusia dan segala sesuatu menjadi ada karena kebetulan. Akan tetapi,
sistem yang akan kita amati sendiri cukup untuk mengungkapkan keadaan
sesungguhnya dongeng kebetulan dan menunjukkan upaya tipudaya evolusi.
Sistem ini dibangun
sehingga akan bekerja saat tekanan darah menurun. Sistem memulai perannya saat
tekanan darah turun di bawah nilai tertentu, bagaikan sebuah sensor tanda
bahaya kebakaran yang dirancang untuk mengenali asap yang berasal dari
kebakaran.
Saat tekanan darah
menurun, alarm berbunyi karena tekanan darah yang rendah dapat berakibat sangat
gawat. Saat alarm berbunyi, serangkaian tindakan harus dilakukan untuk
menaikkannya. Tindakan ini mencakup hal-hal berikut:
1.
Pembuluh darah harus menyempit (penyempitan
ini akan menyebabkan naiknya tekanan darah, sebagaimana selang kebun yang
ditekan di ujungnya).
2.
Lebih banyak air diserap ginjal dan dicampur
dengan darah untuk menaikkan kadar cairan darah.
3.
Orang harus dipaksa meminum air sesegera
mungkin.
Sebuah sistem tanpa cela
telah ditempatkan di kedalaman tubuh manusia untuk menjalankan
tindakan-tindakan ini. Ketika tekanan darah menurun (atau jumlah natrium di
dalam darah menurun), sel-sel tertentu di ginjal menyadari masalah ini. Sel-sel
jukstaglomerular melepaskan suatu zat amat penting yang disebut “renin”.27
Sebuah keajaiban bahwa
sel-sel ini dapat mengenali penurunan tekanan darah atau jumlah natrium yang
ada dan kemudian melepaskan renin, mata pertama dalam rantai panjang yang
menaikkan tekanan darah.
Di dalam plasma darah,
ada sebuah protein yang biasanya berpengaruh netral saat beredar di dalam
darah. Protein ini, yang disebut angiotensiogen, dihasilkan di dalam hati.
Tahap pertama perencanaan yang luar biasa dimulai di sini. Angiotensiogen dan
renin tidak memiliki fungsi sendiri, tetapi keduanya dirancang khusus untuk
saling menyatu. Bagaimanakah mungkin keduanya dapat dibentuk khusus seperti
balok-balok logo yang dirancang untuk benar-benar saling cocok?
Pikirkan hal berikut:
sel-sel ginjal dan sel-sel hati letaknya berjauhan. Bagaimanakah mungkin satu
kelompok sel ini menghasilkan satu bagian (renin), dan kelompok lain
menghasilkan bagian lain (angiotensiogen) sedemikian rupa sehingga benar-benar
cocok dengan yang pertama? Dapatkah ini terjadi sebagai akibat kebetulan yang
tak sadar?
Tentunya tidak! Tidak
mungkin proses seperti ini terjadi tak sengaja.
Renin mengubah susunan
molekul angiotensiogen, menyebabkan pembentukan molekul baru, angiotensin I:
Renin + Angiotensiogen =
Angiotensin I
Molekul baru ini juga tak
berfungsi. Ditemukan di dalam paru-paru, sebuah enzim pengubah angiotensin
(yaitu, ACE) berfungsi memecah molekul angiotensin I. Karena enzim inilah,
angiotensin I berubah menjadi molekul lain, angiotensin II.
Angiotensin I + ACE =
Angiotensin II
Dua molekul berbeda yang
dihasilkan di dalam ginjal dan hati saling mempengaruhi dan menghasilkan
molekul baru. Sel-sel paru-paru yang tidak berhubungan dengan sel-sel ginjal
dan sel-sel hati menghasilkan enzim untuk menyatu dengan molekul baru ini.
Selain itu, sel-sel paru-paru menghasilkan enzim ini jauh sebelum bergabung
dengan molekul baru tersebut. Bagaimanakah sel-sel itu menghasilkan enzim yang
tepat untuk suatu proses yang belum terbentuk agar berinteraksi dengan suatu
zat yang belum dihasilkan? Bagaimanakah sel-sel ini mengetahui cara membuat
enzim yang akan mengubah hormon yang tak berfungsi menjadi berfungsi?
Lagi-lagi, jelas bahwa
setiap tahap merupakan suatu sistem yang dirancang. Angiotensin II yang
dihasilkan sebagai akibat tahap-tahap ini adalah bukti rancangan dan
perencanaan. Enzim ini memiliki dua fungsi penting yang akan mengarahkan sistem
ke hasil akhir yang diinginkan: fungsi pertama adalah menyempitkan pembuluh-pembuluh
darah (yang pertama dari ketiga hasil yang diharapkan sebagaimana kami sebutkan
di awal bab ini). Angiotensin II merangsang otot di sekitar pembuluh darah dan
mengaktifkan mekanisme yang mengerutkan otot. Dengan cara ini, otot mengerut
untuk menyempitkan pembuluh darah dan menaikkan tekanannya.
Dapatkah ini terjadi
secara kebetulan yang tak sadar? Lagi-lagi, tidak mungkin; angiotensin II
dirancang khusus untuk menyempitkan pembuluh darah dan tak mungkin ada
kebetulan di dalam rancangan tanpa cela ini.
Satu fungsi penting
angiotensin II lainnya adalah mengajak hormon aldosteron yang menakjubkan untuk
bekerja. Angiotensin II mencapai kelenjar adrenal dan memberikan perintah agar
melepaskan aldosteron. Inilah satu lagi bukti adanya perencanaan: saat bercampur
dengan darah, aldosteron menyebabkan ginjal menyerap cairan di dalam air seni.
Akibatnya tekanan darah
naik. Inilah hasil kedua yang kta inginkan.
Zat yang dihasilkan dalam
usaha bersama (dan menurut perencanaan ginjal, paru-paru, serta hati) menyebabkan
pelepasan hormon yang menghasilkan peningkatan tekanan darah. Karena itu,
penting sekali bahwa sel-sel ginjal, paru-paru, dan hati membentuk suatu
kesatuan.
Sebelum segalanya
terjadi, kesatuan ini harus menyelidiki dan mengkaji apakah yang harus
dilakukan saat tekanan darah menurun untuk memutuskan jalan terbaik
“menyempitkan pembuluh darah” dan “memastikan pelepasan aldosteron”.
Lalu, organ-organ ini
lagi-lagi harus menyelidiki dan mengkaji bentuk dan susunan kelenjar adrenal
dan sel-sel otot pembuluh darah serta menentukan cara kerjanya. Selanjutnya,
organ-organ harus menentukan molekul-molekul pembentuk Angiotensin II agar otot
pembuluh darah mengerut dan kelenjar adrenal melepaskan aldosteron.
Hal terakhir yang harus
dilakukan adalah menentukan bagaimana molekul ini dihasilkan. Setiap organ
bertanggungjawab untuk satu tahap pembuatannya. Menurut rencana produksi, ada
sistem perakitan tiga tahap di mana setiap organ diberikan sebuah fungsi.
Ginjal akan menghasilkan renin, hati menghasilkan angiotensiogen, dan paru-paru
menghasilkan ACE. Setelah itu, sel-sel harus kembali ke perannya yang biasa.
Jika seseorang tak
percaya bahwa sistem ini diciptakan oleh sebuah kekuatan maha besar sesuai
dengan perencanaan khusus, orang itu harus menerima pandangan bahwa sel-sel tak
sadar menerima semua ini dengan mekanisme neo-Darwinisme (mutasi dan seleksi
alam). Pernyataan evolusionis tak dapat dipercaya dan tak masuk akal karena
sistem (yang terdiri dari sel-sel ginjal, hati dan paru-paru), yang benar-benar
rumit ini, pasti terjadi sekaligus pada waktu yang sama. Kemungkinan hal ini
terjadi tak sengaja membutuhkan peristiwa-peristiwa yang sangat tidak mungkin.
Pada saat yang sama (dan lagi-lagi tak sengaja), sel-sel harus dibentuk untuk
mengukur tekanan di dalam ginjal, lalu aldosteron harus dibentuk di dalam
kelenjar adrenal, sel-sel tabung ginjal harus bersusunan yang dirancang agar
melayani aldosteron, dan sel-sel otot pembuluh darah harus bersusunan yang
dapat dipengaruhi oleh angiotensin II. Tak terhitung unsur lain yang harus ada
di tempatnya pada waktu yang sama agar
sistem ini dapat bekerja, dan jika satu unsur saja tidak ada, maka seluruh
sistem tidak akan bekerja.
Sistem seperti ini tidak
mungkin terjadi sebagai hasil kerja sebuah kebetulan yang tak sadar. Sistem
yang diciptakan oleh kecerdasan dan pengetahuan abadi Allah dan ditempatkan
dalam tubuh manusia ini, telah bekerja sempurna di dalam tubuh setiap dari
jutaan orang yang pernah hidup (kecuali dalam keadaan sakit). Manusia telah
menyadari keberadaan sistem ini melalui penelitian yang dilakukan dengan
bantuan perangkat teknologi canggih. Setiap bagian penelitian yang dilakukan
membuktikan bahwa tak mungkin menjelaskan keberadaan sistem yang bekerja di
dalam tubuh manusia dengan dongeng ketaksengajaan. Ini aarena manusia
diciptakan, dan tak mungkin menyembunyikan kehebatan penciptaan dengan membuat
suatu alur cerita khayal dan tak masuk akal.
Pada awal bab ini, kami
menuliskan tiga tindakan yang perlu dilakukan untuk menaikkan tekanan darah.
Yang ketiga adalah pentingnya memerintahkan orang tersebut meminum lebih banyak
air. Untuk mendorong seseorang minum, orang itu harus merasa ingin minum. Kini,
sel-sel tak sadar paru-paru, ginjal, dan hati di dalam tubuh harus mempengaruhi
psikologi seseorang.
Rencana yang dibutuhkan
hanyalah sebuah rincian sistem tanpa cela yang diciptakan Allah. Angiotensin II
yang dihasilkan dari upaya bersama ginjal, paru-paru, dan hati bergerak ke satu
bagian khusus otak dan mengaktifkannya. Bagian otak ini adalah “pusat haus”
yang merangsang rasa haus. Tetapi, ada perintang yang disebut “penghalang
darah-otak”, yang melindungi otak, membuat amat sulit bagi angiotensin II untuk
masuk dari darah ke jaringan otak. Sistem perlindungan ini ditemukan di
berbagai bagian otak, dan salah satunya di “pusat haus”. Berkat sifat khusus
yang diciptakan di dalamnya, angiotensin II dapat merangsang pusat haus dan
meningkatkan keinginan untuk minum.28
Dapatkah sistem ini
terjadi karena kebetulan?
Setelah melihat berbagai
bukti, tiada alasan bagi seseorang menjawab “Ya”. Hati dan nurani dan kesadaran
orang seperti ini telah dibutakan; ia telah diasuh agar tidak menerima
kebenaran. Allah mengungkapkan dalam Al Qur’an apa yang harus dikatakan kepada
orang seperti ini:
“Kawannya (yang mu'min)
berkata kepadanya – sedang dia bercakap-cakap dengannya: ‘Apakah kamu kafir
kepada (Tuhan) Yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes air
mani, lalu Dia menjadikan kamu seorang laki-laki yang sempurna? Tetapi, aku
(percaya bahwa): Dialah Allah, Tuhanku, dan aku tidak mempersekutukan seorang
pun dengan Tuhanku.’” (QS Al-Kahfi, 18: 37-38)
Kortisol Si Obat Ajaib
Ringkasnya, kita akan
memeriksa sisi-sisi keajaiban lain — sebuah hormon bernama “kortisol”. Tetapi,
hormon ini memiliki beragam fungsi di dalam tubuh manusia yang harus kita catat
sebelum mulai.
Kenyataan bahwa sebuah
hormon dapat mengaktifkan sebuah sel itu sendiri adalah keajaiban karena, agar
dapat mempengaruhi sel, hormon harus mengaktifkan sistem dalam sel. Ini terjadi
dengan melekat ke reseptor di membran sel, atau langsung masuk ke dalam sel dan
mengaktifkan sebuah mekanisme di situ. Namun, dengan kedua cara itu molekul
hormon harus dirancang khusus untuk sel tempatnya bekerja. Jika ada sedikit
ketakcocokan dalam susunan molekuk hormon dan reseptor, sel tak akan dapat
dipengaruhi. Olh karena itu, hubungan antara hormon dan reseptor pada sel yang
dipengaruhinya diibaratkan dengan gembok dan anak kunci.
Saat mengamati pengaruh
kortisol, kita menemukan sebuah kenyataan penting. Allah telah menciptakan
sistem-sistem pengamanan di dalam tubuh kita dan Dia telah memasang gembok di
dalam sel-sel setiap sistem ini; hanya satu anak kunci yang dapat membuka
gembok ini. Misalnya, anak kunci ini bisa jadi ada di sel-sel kapiler atau juga
di dalam sel hati. Ini menyebabkan berbagai sel-sel yang berbeda harus
bekerjasama demi mencapai tujuan bersama. Tidak lagi diragukan, inilah contoh
kehebatan Allah dalam mencipta; ini juga bukti tipuan evolusi. Kenyataan bahwa
sel-sel yang berbeda diprogram untuk bekerja bersama demi tujuan bersama, dan
bahwa ada sistem pusat yang membuat program ini bekerja, menunjukkan sekali
lagi ketakbenaran dongeng kebetulan yang diajukan teori evolusi.
Hormon kortisol bekerja
dalam tubuh manusia bertempur di berbagai medan melawan rasa sakit, luka,
infeksi, kepanasan, kedinginan, alergi, kekurangan oksigen, lapar, dan
faktor-faktor yang meningkatkan suhu tubuh.
Sambil mengamati
fungsi-fungai kortisol, kita tidak boleh lupa bahwa sel-sel tak sadar yang
menghasilkan hormon ini tak mengetahui tempat kortisol akan digunakan. Sel-sel
ini tak pernah sengaja menyadari medan tempat kortisol akan bertempur.
Kini, mari kita amati
secara singkat fungsi-fungsi yang dilakukan oleh keajaiban bernama “kortisol”
yang dihasilkan di dalam kelenjar adrenal, dan mari sekali lagi melihat
bagaimana kejayaan Allah diwujudkan di dalam berbagai segi tubuh manusia. Pada
setiap tahap, tanyai diri Anda sendiri jika sistem ini mungkin terjadi secara
evolusi, dan jawabannya akan mengungkapkan rupa sebenarnya teori evolusi.
Fungsi-Fungsi Kortisol
q
Melakukan upaya-upaya di depan untuk
menyembuhkan luka
Adrenalin menyiapkan
seseorang pada saat bahaya, sementara kortisol menyiapkan tubuh manusia
terhadap apa yang mungkin terjadi setelah bahaya berlalu. Misalnya, kortisol
menggerakkan asam amino agar bekerja jika ada luka.29 Pada saat luka
terjadi, asam-asam amino ini adalah bahan dasar yang akan digunakan dalam
pemulihan jaringan.
q
Mengurangi rasa sakit saat luka terjadi
Inilah alasan mengapa
sebagian orang tak merasakan sakit saat terluka (dan bahkan selama beberapa
waktu setelahnya).30 Akibatnya, orang ini dapat mengumpulkan
keberanian untuk membela diri, berlari, atau bertarung sekalipun terluka. Rasa
sakit disampaikan oleh sel-sel syaraf. Tetapi, bagaimanakah sel-sel yang
menghasilkan kortisol mengetahui mekanisme yang memperlambat, dan separuh
menghentikan isyarat- isyarat listrik sel-sel syaraf?
q
Dalam keadaan darurat, mengubah lemak dan
protein menjadi gula
Agar sel-sel tubuh dan
otak mendapat cukup makanan; semua sel membutuhkan pasokan gula, jika tidak,
orang akan mati.
Saat seseorang lapar,
jika tiada makanan dapat diubah menjadi gula, jumlah gula di dalam darah akan
menurun. Di dalam keadaan seperti ini, kortisol bertindak dan tak akan membiarkan
tubuh tidak mendapatkan gula. Kortisol memastikan pengubahan lemak dan protein
cadangan menjadi gula, demi mempertahankan gula darah pada batas aman.31
Lemak atau protein (atau
keduanya) diubah menjadi gula. Fungsi ini benar-benar sangat rumit. Untuk
mengubah satu zat menjadi zat lain berarti mengubah seluruh susunan molekul.
Jika sebuah molekul lemak atau suatu protein diperbesar trilyunan kali dan
diletakkan di meja, kebanyakan orang tidak akan mengetahui atom yang mana harus
bertukar tempat dengan yang lain. Namun, di dalam sel-sel itu, ada
kilang-kilang yang menjalankan perubahan ini melalui operasi yang sangat rumit.
Hormon kortisol ini mengetahui tahap-tahap proses perubahan ini. Kortisol
dirancang untuk membuka gembok yang menyebabkan perubahan ini berlangsung.
Bagaimanakah sel-sel yang menghasilkan kortisol mengetahui bentuk anak kunci
yang dibutuhkan untuk memulai pekerjaan yang akan mengubah lemak menjadi gula?
Bagaimanakah sel-sel ini mengetahui kerja mana yang dibutuhkan untuk mengubah
rumus molekul lemak (CH3-(CH2)n-COOH) menjadi molekul gula (CH2OH)?
q
Dalam keadaan darurat, memberikan keutamaan
bagi otak dan jantung untuk mendapatkan makanan
Molekul kortisol bekerja
saat darurat dan menyebabkan penurunan penggunaan gula oleh tubuh. Tetapi, ada
keajaiban lainnya: akibat keadaan darurat tak dirasakan organ-organ penting
seperti otak dan jantung. Sebagai perbandingan, seperti pada masa darurat,
sumber-sumber daya ekonomi ditempatkan di bagian-bagian tertentu negara. Jadi,
molekul kortisol memberikan perintah pengerahan dan mengutamakan pemenuhan gizi
jantung dan otak, membatasi makanan bagi sel-sel lainnya.32
Bagaimanakah molekul kortisol mengetahui bahwa sebagian sel lebih penting
daripada sebagian lainnya?
q
Mengatur pengerutan dan penyempitan
pembuluh-pembuluh darah
Sebelumnya, kita melihat
bahwa pembuluh darah tidak berbentuk pipa-pipa kaku, namun karena otot-otot di
sekitarnya mengerut dan mengendur, garis tengah pembuluh dapat diubah jika
dibutuhkan. Perintah agar menyempit mencapai pembuluh darah melalui berbagai
hormon. Kortisol mengatur tanggapan pembuluh darah terhadap faktor-faktor yang
menyempitkan dan melebarkannya, dan lalu menjalankan fungsi penting lainnya
saat keadaan darurat.33
Bagaimanakah kortisol
mengetahui sistem yang dijalani dalam pengerutan otot di sekitar pembuluh
darah, dan bagaimanakah kortisol dapat mengatur tanggapan pembuluh-pembuluh ini
terhadap faktor-faktor pengerutan-penyempitan yang ada di dalam sistem?
q
Memeriksa pergerakan air
Kortisol mencegah cairan
memasuki sel saat tidak dibutuhkan. Jadi, kortisol membantu menjaga kemantapan
volume darah. Bagaimanakah molekul kortisol mengetahui bahwa cairan
berkecenderungan memasuki sel? Dan bagaimanakah kortisol mengetahui cara yang
dibutuhkan untuk menjaga cairan tetap di luar? Lebih penting lagi, bagaimanakah
kortisol menentukan kapan cairan harus ada di luar sel, tidak setiap saat,
melainkan hanya di saat tertentu jika dibutuhkan?
q
Pada saat bahaya, menghambat produksi hormon
tertentu demi mencegah kenaikan suhu tubuh
Sebuah pengaruh lain
hormon kortisol tampak saat demam tinggi. Kenaikan suhu tubuh manusia adalah
tanda bahwa tubuh sedang melawan penyakit. Kenaikan suhu ini mengharuskan
seseorang beristirahat dan tidur. Kenaikan suhu ini bukanlah pengaruh sampingan
penyakit; demam adalah persiapan pengamanan yang diatur khusus untuk memaksa
orang yang sedang melawan penyakit agar beristirahat. Kenaikan suhu disebabkan
oleh “pusat suhu” di dalam otak, yang diaktifkan oleh zat bernama IL-1
(interleukin).
Kortisol juga dirancang
untuk menangani suhu tubuh yang terlalu tinggi. Saat seseorang dalam bahaya
kematian karena tingginya suhu tubuh, kortisol menurunkan suhu dengan
menghambat produksi IL-1 yang mengaktifkan pusat suhu.34
Bagaimanakah kortisol
mengetahui bahwa IL-1 menaikkan suhu tubuh dan bahwa suhu tubuh yang tiinggi
berbahaya bagi manusia? Bagaimanakah ia mengetahui di mana IL-1 dihasilkan dan
bagaimana ia memutuskan untuk menghambat produksinya?
q
Mengatur produksi sejumlah protein yang sangat
penting bagi kehidupan manusia
Saat Anda dalam keadaan
sulit, kortisol mempertimbangkan segala kebutuhan Anda satu persatu, secara
terpisah. Ia meningkatkan produksi hemoglobin, sel-sel putih, dan trambosit
dalam sumsum tulang sehingga meningkatkan kadar darahnya.35
Sebuah molekul yang
terlalu kecil untuk dilihat mata memiliki sejumlah kekhususan, keterampilan dan
tanggung jaab. Agar molekul ini dapat menjalankan fungsinya, ia harus dirancang
khusus untuk tugas ini. Hormon ini merupakan satu contoh keselarasan dan
kesempurnaan rancangan dalam ciptaan Allah.
“… Pengetahuan Tuhanku
meliputi segala sesuatu. Maka, apakah kamu tidak dapat mengambil pelajaran
(daripadanya).” (QS Al-Anam, 6: 80)



0 komentar:
Posting Komentar